Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin (9) Kepala SMPN 1 Nganjuk Winarsih, Terbitkan 1.000 Eksemplar Majalah Sekolah setiap Bulan

Redaksi Radar Nganjuk • Kamis, 9 Mei 2024 | 20:58 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –  Menjadi Kepala SMPN 1 Nganjuk bagaikan pulang kampung bagi Winarsih. Pasalnya, sebelumnya Winarsih pernah mengajar sebagai guru Bahasa Inggris pada 2003 sampai 2013. Yang paling berkesan selama menjadi guru SMPN 1 Nganjuk adalah menjadi pembina ekstrakurikuler jurnalistik. Saat itu bahkan SMPN 1 Nganjuk bisa menerbitkan majalah sekolah 1.000 eksemplar setiap bulannya.

“Majalah Sufosa (Sumber Informasi SMPN 1 Nganjuk) terbit 1.000 eksemplar setiap bulan,” ujar Winarsih. Kepala sekolah berhijab ini mengaku jatuh cinta dengan dunia jurnalistik. Dia sangat suka menulis. Bukan hanya karya sastra melainkan juga menulis artikel penelitian yang berkaitan dengan pendidikan dan sekolah. Maka dari itu, saat menjadi guru di SMPN 1 pada 2003-2013, dia menjadi pembina ekstrakurikuler jurnalistik.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Kota Angin(8), Kepala MTs Aisyiyah 1 Nganjuk Aris Nasution Ajak Murid Berpikir Kritis dengan Menulis Buku

Bahkan saat itu, majalah yang dia gagas bersama murid-murid SMPN 1 Nganjuk menjadi percontohan guru-guru se-Kabupaten Nganjuk untuk menerbitkan artikel untuk penilaian kenaikan angka kredit guru. “Jadi dulu itu guru bisa mendapat kenaikan angka kredit kalau karya artikelnya bisa diterbitkan di majalah. Kebetulan majalah dari SMPN 1 Nganjuk paling aktif terbit setiap bulan,” ujarnya.

Sayangnya, majalah tersebut harus berhenti karena Winarsih mendapat promosi jabatan sebagai kepala sekolah. Winarsih harus memimpin SMPN 2 Lengkong dan SMPN 1 Atap Lengkong saat pertama kali menjabat sebagai kepala sekolah pada 2013. Kemudian, 1,5 tahun berselang dia pindah ke SMPN 2 Kertosono. Di SMPN 2 Kertosono selama 1,5 tahun. Kemudian pindah lagi ke SMPN 2 Nganjuk. “Baru kembali ke SMPN 1 Nganjuk sejak 2019 sampai sekarang,” terang perempuan kelahiran 1968 itu.

Baca Juga: Mengenal Pahlawan Tanpa Tanda Jasa(7) Kepala SMPN 2 Nganjuk, Ini Cara Ani Sutiani Beri Reward untuk Siswa Berprestasi

Setelah Winarsih kembali ke SMPN 1 Nganjuk ternyata majalah Sufosa sudah tidak pernah terbit. Namun, Winarsih yakin siswa-siswanya lebih kreatif karena menurutnya saat ini dunia jurnalistik beradaptasi dengan digital yang semakin canggih. “Anak-anak sekarang sangat kreatif dan inovatif. Jadi jurnalistiknya tetap berjalan. Segala informasi dipajang di mading sekolah dengan tampilan yang sangat kreatif, begitu pula di media sosial,” ungkapnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#guru #radar nganjuk #jawa pos #SMPN 1 Nganjuk #sekolah