Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Biografi Pak Tarno Pesulap Unik, Tetap Semangat Tunjukan Aksinya Di Atas Kursi Roda

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 2 Oktober 2024 | 19:56 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pesulap legendaris Pak Tarno kembali menjadi sorotan setelah berhasil menghibur penonton diatas kursi roda.

Setelah mengalami stroke sebanyak empat kali, semangat Pak Tarno tak tergoyahkan, ia menunjukkan bahwa dia masih memiliki pesona sulap yang memukau.

Momen bersejarah ini dibagikan melalui akun resmi Pak Tarno dan Koji Management dalam sebuah unggahan kolaborasi di media sosial, yang langsung mendapat banyak perhatian.

“Saya doakan dari tempat ku berada moga lekas sembuh pak Tarno dari stroke ke-4 nya.” Ujar unggahan akun Instagram @kojimanagementartis, Senin (30/9)

Penonton menyaksikan aksi luar biasa Pak Tarno, yang meski duduk di kursi roda, tetap dapat menampilkan trik sulap yang menghibur dan memikat hati.

Tak ketinggalan, Pak Tarno selalu melatunkan jargonnya, "Bim salam bim jadi apa prok prok," sambil beraksi menampilkan sulapnya..

Sosok Pak Tarno

Nama asli Sutarno lahir di Losari, Brebes pada 6 September 1950. Sejak dari lahir memiliki latar belakang dalam perjalanan hidupnya memiliki banyak tantangan.

Namun, Pak Tarno berhasil menjadi karakter yang dikenal luas di masyarakat, sering kali menghibur dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Untuk menghadapi kehidupan yang sulitb, Pak Tarno memutuskan untuk merantau ke Jakarta sendirian pada usia sepuluh tahun.

Perjuangan Pak Tarno dimulai dengan berdagang minyak tanah keliling, lalu beralih menjadi perjual martabak. Dalam mengatasi persaingan Pak Tarno memiliki trik engadakan pertunjukan sulap gratis setelah dagangannya habis, agar mendapatkan perhatian dari anak-anak yang akan mmembeli dagangannya.

Pak Tarno mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam ajang pencarian bakat The Master Season 3. Meskipun tidak berhasil menjadi juara, namun prestasinya tetap dihargai dan diberi gelar Master of Traditional Magic oleh Deddy Cobuzier.

Semenjak lulus dari pencarian bakat, Pak Tarno mengalami perubahan meningkat dalam hidupnya. Ia mendapatkan undangan menjadi biontang tamu hingga namanya berperan dalam judul sinetron.

Pak Tarno kecil yang hidupnya keterbatasan ekonmoi, Ia berhasil mengubah nasibnya melalui karier barunya sebagai pesulap. Kini, Pak Tarno memiliki mobil, tanah, dan bahkan sukses mengelola bisnis warnet. Transformasi ini membuktikan bahwa bakat dan dedikasi dapat membawa perubahan signifikan dalam hidup seseorang.

Namun belakangan, nasib Pak Tarno cukup memprihatinkan. Kabarnya, ia tidak lagi mendapatkan pekerjaan di televisi. Ia mengalami stroke setelah menghadapi berbagai tantangan, termasuk kehilangan anak dan penipuan yang dilakukan oleh mantan manajernya.Netizen pun mendoakan agar kariernya bisa kembali meroket seperti dulu.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk