Kabupaten Nganjuk memiliki banyak atlet pencak silat. Salah satunya adalah Ayuningtyas Eka Dwi Sukma. Meski masih berusia 16 tahun, Tyas sudah memiliki segudang prestasi. Salah satunya mendapat medali emas di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2024 lalu.
Namanya adalah Ayuningtyas Eka Dwi Sukma. Atlet pencak silat asal Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro yang usianya masih 16 tahun. Meski masih berusia belia, perempuan yang akrab disapa Tyas itu sudah memiliki segudang prestasi. Bahkan terbaru, dia berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur (Jatim) 2024.
Tentu meraih predikat terbaik di tingkat provinsi bukan perkara mudah. Hal itu seperti yang dikatakan oleh Tyas. Beruntung Tyas memiliki sifat yang sangat gigih. Bahkan dia sudah terjun ke dunia pencak silat sejak kelas 2 sekolah dasar (SD).
“Latihan pencak silat sudah dari kelas 2 SD,” ujar Tyas mengawali pembicaraan.
Setelah latihan sekitar satu tahun, Tyas memberanikan diri mengikuti kejuaraan. Saat itu dia menginjak kelas 3 SD. Tak tanggung-tanggung, Tyas langsung mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi. Meskipun penyelenggaraannya digelar oleh swasta, bukan kejuaraan pemerintah.
“Ikut lomba pertama kali, Alhamdulillah dapat juara 2. Padahal saat itu ikut lomba biar tahu rasanya ikut lomba, ternyata dapat juara 2. Dari situlah semakin gigih latihan,” tambahnya.
Sejak saat itu, semangat Tyas terus tumbuh. Hingga setiap tahunnya dia selalu mengikuti perlombaan pencak silat. Kurang lebih sudah ada 11 medali dan piala yang dia dapatkan dari kejuaraan pencak silat. Sudah berkali-kali dia menerima hadiah dan penghargaan dari hasil lomba.
“Uang dari hasil lomba tetap saya pakai untuk membeli peralatan dan perlengkapan latihan. Terkadang juga kebutuhan sekolah,” imbuh Tyas.
Ke depan Tyas bercita-cita ingin terus tumbuh menjadi seorang atlet pencak silat. Menurutnya, selain untuk prestasi, menjadi atlet pencak silat juga sebagai bentuk perlindungan diri. “Pencak silat bagi saya tidak hanya fisik yang dilatih tapi juga diajari disiplin, fokus, karakter, kontrol emosi, dan sebagainya,” tandasnya. (ica/wib)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk