Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Aipda Sunaryo, Anggota Buser Polres Nganjuk yang Beternak Kambing. Jadi Korban Penipuan, Pulang Dinas Langsung Ngarit Sendirian

Heri Muda Setiawan • Senin, 12 Mei 2025 | 13:00 WIB
Jatuh Bangun Aipda Sunaryo, Anggota Buser Polres Nganjuk yang Beternak Kambing
Jatuh Bangun Aipda Sunaryo, Anggota Buser Polres Nganjuk yang Beternak Kambing

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Status Sunaryo adalah anggota Polres Nganjuk. Namun bukan berarti bisnis atau wirausaha yang dijalankan berjalan aman tanpa gangguan.

Beberapa kali, dia pernah tertipu hingga terjerembab dalam utang bank. Namun, Sunaryo tidak kapok beternak. Dia tetap menekuni usaha pembesaran kambing.

Jam masih menunjukkan pukul 09.00 saat wartawan koran ini datang ke rumah Sunaryo. Namun, matahari sudah terasa sekali sinar panasnya menyentuh kulit.

Di halaman belakang rumahnya di Dusun Putat Malang, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Sunaryo terlihat memandikan beberapa ekor kambing. Tanpa rasa canggung dan jijik, dia menggosok-gosok badan kambing yang ada di hadapannya. 

"Yang ini jenis kambing dorper," kata Naryo.

Satu persatu dengan telaten, kambing-kambing itu dia mandikan dengan dibantu dua pekerjanya. Sambil menunggu Naryo memandikan kambing, wartawan ini berkeliling di kandangnya yang relatif terjaga kebersihannya.

Selain cukup bersih, kandanganya juga tidak mengeluarkan aroma 'pesing'. Padahal, banyak kambing yang dia rawat. Di samping utara kandang, terlihat puluhan drum berwarna biru berjajar rapi. Drum berbahan plastik itu isinya pakan fermentasi.

Di bagian atasnya diberi selotip kertas dilengkapi dengan tanggal, bulan dan tahun. "Itu sebagai tanda kapan pakan fermentasi ini dibuat," ujar Naryo. 

Drum itu menurutnya harus tertutup rapat. Karena jika tidak akan bisa gagal jadi pakan karena membusuk.

Naryo juga menjelaskan pakan fermentasi itu dibuat dari berbagai bahan, mulai jagung selep lengkap dengan daun dan batangnya yang telah dicacah, pohon kedelai kering, klecep atau kulit ari kedelai ditambah bekatul.

"Kalau pakannya harus hijau semua, nggak ngatasi," ujar bapak tiga anak itu tersenyum. 

Naryo mengungkapkan, usaha ternak pembesaran kambing ini sudah ditekuninya sejak 2022 lalu. Sebelum ternak kambing, aneka ragam ternak juga sudah ditekuninya. Itu dimulai sekitar tahun 2009.

Saat itu dia belum lama ditugaskan di Polres Nganjuk, pulang kampung setelah sebelumnya bertugas di Bogor. 

Merasa memiliki waktu senggang di sela-sela kegiatannya sebagai anggota polisi, dia kemudian mulai berencana berwirausaha. Awalnya dia mencoba beternak burung.

Kebetulan dia juga penghobi burung ocehan. Usaha itu sebenarnya berjalan baik, namun ketika mulai merangkak ramai, Naryo justru menjadi korban penipuan.

Itu terjadi saat dia sedang menggeluti ternak burung love bird biola PF (pale fallow) yang dikenal dengan keindahan bulunya.

"Ada pembeli dari luar pulau yang nakal ndak bayar, ya telanjur percaya saja karena sebelumnya sudah kenal," ungkap pria yang sebelumnya bertugas di Resimen Brimob tersebut. Dari ternak love bird PF, Naryo beralih mencari peruntungan melalui ternak merpati hias.

Ketika ternak merpati hias dia sempat merasakan untung. Salah satunya ada salah satu pembeli yang membayar sepasang merpati hiasnya dengan mobil Suzuki Swift. Usaha merpati hias itu juga gulung tikar setelah mulai berkurang dan melambat penjualannya.

Akhirnya dia mencoba beralih ternak ayam hias dan ayam bangkok karena tren penjualannya saat itu cukup tinggi. Saking yakinnya akan prospek bisnis ternak ayam hias dan bangkok, dia rela pinjam uang di bank untuk mengembangkan usaha tersebut.

Tapi sepertinya usaha ternak ayam tersebut tidak berjodoh dengannya. "Ya pengeluaran pakan dan lainnya tidak imbang sama hasil penjualannya," kata Naryo sambil tertawa. Hingga akhirnya dia mengalami kebangkrutan.

Tapi kecintaannya dalam berwirasausaha tidak pernah padam. Sekali lagi dia memberanikan diri pinjam ke bank untuk memulai ternak kambing. Naryo mengatakan, semua usaha ternak yang dia tekuni rata-rata dilakukan secara otodidak.

Apalagi di era kecanggihan teknologi digital membuat dia leluasa belajar melalui chanel seperti Youtube dll. "Selagi kita mau belajar dan punya niatan baik, saya yakin pasti ada jalan. Kalau kemarin gagal, ya mungkin belum rezeki kita," tutur suami dari Endang Sri Wahyuni tersebut.

Pilihannya beternak kambing sepertinya tepat. Terbukti, berawal dari beberapa ekor saja, kandangnya sekarang ini sudah berisi ratusan kambing. Naryo menuturkan, awal merintis ternak kambing dia juga sempat 'ngarit' rumput sendiri.

Hingga sewa sawah untuk ditanami suket gajah sebagai bahan pakan. Setelah ternaknya semakin banyak, dia mulai belajar membuat pakan fermentasi. Apakah usaha ternak kambingnya lancar? Kata Naryo, dia juga sempat 'kehilangan' bakalan.

Karena masih proses belajar, dia sempat salah memberikan pakan hijau-hijauan hingga kambingnya mati. "Saya anggap itu bagian dari proses belajar," jelas polisi yang usianya sudah menginjak 47 tahun tersebut. Kini usahanya terus berkembang.

Selain kambing jawa PE, dia juga memgembangkan penggemukan kambing dorper yang menurutnya tidak kalah menguntungkan.

"Menurut saya dorper itu beratnya bisa mencapai 1 kuintal, sehingga bisa sangat menguntungkan," kata polisi berambut gondrong tersebut. Jelang Hari Raya Idul Adha, kandang kambingnya juga jadi jujugan pembeli.

Menurut Naryo, kambing di tempatnya ada yang dijual per ekor hingga timbangan susai berat kambingnya.

Dari ternak kambing, kini dia bisa menguliahkan anaknya. "Alhamdulillah bank nya juga tinggal beberapa bulan saja, semoga usaha ini bisa bermanfaat untuk keluarga saya," harap Naryo. (tyo)

Editor : Elna Malika
#wirausaha #buser #beternak #kambing #anggota #radar nganjuk berita hari ini #polisi #Ratusan #youtube #berjalan aman #bisnis #rumput #polres nganjuk #gangguan #sunaryo #Ngarit #utang bank #usaha #tertipu #ternak ayam