NGANJUK, JP Radar Nganjuk - DIAH Shanti Utaminingtiyas memiliki motivasi besar dalam menulis buku dongeng. Salah satunya adalah ingin agar bukunya dapat dibacakan oleh orang tua ke anak di seluruh Indonesia.
Hal ini agar orang tua bisa semakin dekat dengan buah hatinya. Karena anak adalah anugerah terindah dan amanah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya ingin buku dongeng saya dibacakan oleh orang tua ke anaknya di seluruh Indonesia. Seperti dulu ketika saya membacakan buku dongeng ke anak saya,” imbuhnya.
Cita-cita itu yang dipegang teguh oleh Diah. Namun tak disangka-sangka, dalam hitungan bulan sejak mulai menulis, sudah ada buku dongengnya yang terbit dari Balai Bahasa Jawa Timur hingga Kementerian Pendidikan.
Buku itu berjudul “Brambang, Ngilangke Racun?”. Buku dongeng itu diterbitkan pada tahun 2023 lalu.
Buku tersebut menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Sejak saat itu, banyak karya yang terus diciptakan oleh Diah.
Seperti di tahun 2024, ada tiga buku dongeng miliknya yang berhasil terbit. Tiga buku itu berjudul “Kampung Sungai Burung”, “Lay Ikut Pesta Kacang”, dan “Daun Ampupu untuk Lora”.
Selain itu, di tahun 2025, sudah ada dua buku yang bakal diterbitkan. Judulnya yaitu “Jagad Legenda” dan “Mung Dhe”.
Tentu prestasi itu membuat perempuan dengan nama pena Mama Aghnia itu sangat bangga.
Karena selain bisa diterbitkan oleh kementerian hingga balai bahasa, buku dongengnya kini bisa diunduh secara gratis oleh masyarakat dan dibacakan oleh orang tua ke anak di seluruh Indonesia.
Seperti yang menjadi cita-citanya sejak dulu. “Alhamdulillah cita-cita saya bisa terkabulkan dalam waktu yang sangat dekat,” ungkapnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira