Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Plt Kacabdindik Jatim Wilayah Nganjuk Iwan Triyono

Karen Wibi • Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:00 WIB

Iwan Triyono ditunjuk sebagai Plt Kacabdindik Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk yang baru.
Iwan Triyono ditunjuk sebagai Plt Kacabdindik Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk yang baru.
Iwan Triyono harus kerja keras. Karena dia mendapat amanah sebagai Plt Kacabdindik Jawa Timur wilayah Nganjuk yang baru.

Sedangkan, jabatan definitifnya adalah Kacabdindik Probolinggo. Otomatis, Iwan harus mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk dua daerah tersebut.

KAREN WIBI, NGANJUK, JP Radar Nganjuk

Iwan Triyono ditunjuk sebagai Plt Kacabdindik Jawa Timur (Jatim) wilayah Nganjuk yang baru.

Dia menggantikan Evi Dwi Widadjanti yang resmi pensiun per 1 Juni lalu. Acara serah terima jabatan (sertijab) itu berlangsung beberapa hari lalu di SMKN 2 Nganjuk.

Bahkan dia berjanji tetap akan rutin bekerja di Probolinggo dan juga di Nganjuk.

Nantinya akan ada pembagian waktu bekerja antara di Probolinggo dan Nganjuk.

Seperti contohnya tiga hari di Nganjuk dan tiga hari di Probolinggo. Sehingga dia akan Nganjuk-Probolinggo pulang pergi (PP) setiap minggu.


Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Karena diketahui, saat ini sedang masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMAN dan SMKN.

Selama masa SPMB, Iwan wajib melakukan monitor ke sekolah-sekolah.

Hal itu yang juga menjadikan alasan jika Iwan harus tetap rutin ke Nganjuk.

Nantinya akan ada bantuan bagi anak tersebut agar dapat bersekolah.


“Semua anak-anak di Kabupaten Nganjuk wajib sekolah. Kami akan membantu,” tegasnya.


Iwan juga berencana untuk mengkolaborasikan antara pendidikan di Nganjuk dan Probolinggo.

Menurutnya, antara kedua wilayah tersebut sama-sama memiliki keunggulan masing-masing.

Harapannya keunggulan tersebut dapat saling dikenalkan melalui Iwan selama menjadi Kacabdindik.


Terakhir, Iwan mendorong kepada seluruh sekolah untuk aktif melakukan publikasi di media.

Baca Juga: Pagu Sekolah dengan Jumlah Pendaftar SPMB tidak Seimbang jadi Penyebab Ribuan Siswa SMP Gagal masuk SMAN

Entah itu media mainstream atau media sosial. Tentu publikasi tersebut berkaitan dengan prestasi-prestasi yang dimiliki sekolah.

Menurut Iwan, publikasi yang dilakukan oleh sekolah dapat dijadikan sebagai ajang promosi yang baik kepada masyarakat.


“Seluruh sekolah harus aktif melakukan publikasi. Selain promosi, hal itu juga bertujuan agar sekolah dapat terus eksis,” tandasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #Kacabdindik Jatim