NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kabupaten Nganjuk kembali melahirkan pemuda berprestasi. Terbaru adalah Obi Friendhi Candra.
Pemuda asal Kecamatan Bagor itu terpilih menjadi satu dari tiga Pemuda Pelopor Kabupaten Nganjuk 2025. Dia terpilih atas dedikasinya melestarikan budaya wayang dan karawitan.
Pagi itu suasana di Desa Sekarputih, Kecamatan Bagor sepi seperti biasanya.
Banyak masyarakat yang masih beraktifitas di luar rumah. Namun suasana sepi itu tidak terlihat di salah satu bangunan rumah yang lokasinya di gang kecil di Desa Sekarputih.
Suara gamelan terdengar samar-samar. Selang beberapa menit kemudian, suara berganti.
Menjadi suara dalang yang sedang memainkan lakon wayang. Suara tersebut bertahan hingga beberapa menit kemudian.
Ternyata, suara itu datang dari seorang pemuda bernama Obi Friendhi Candra.
Dia bukan seorang pemuda biasa. Karena bulan lalu, pria yang akrab disapa Candra itu baru saja terpilih sebagai Pemuda Pelopor Kabupaten Nganjuk 2025.
“Saya menjadi satu dari tiga Pemuda Pelopor Kabupaten Nganjuk 2025,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Candra terpilih sebagai Pemuda Pelopor di bidang Pendidikan. Kategori itu diberikan kepada Candra karena sejak 2019 dia sudah menjadi pelatih karawitan dan wayang di Kecamatan Bagor.
Semua cerita itu bermula sejak Candra kecil. Sebelum sekolah, Candra sangat menyukai pagelaran wayang.
Bahkan, di usia empat tahun, Candra mampu menyaksikan pagelaran wayang satu malam suntuk.
Baca Juga: Ari Susilo Pambudi Resmi Jabat Ketua Umum Pertina Nganjuk, Begini Rencana Kedepannya
“Walaupun masih kecil saya bisa betah liat wayang sampai pagi,” ujar pria yang kini berusia 29 tahun itu.
Sejak mengerti bakatnya itu, Candra mulai belajar wayang. Namun dia baru benar-benar belajar wayang saat duduk di bangku SMP. Kala itu, dia bertemu dengan seorang guru di Kecamatan Bagor.
Namanya adalah Suyitno. Sayang, pertemuan itu berjalan singkat. Karena beberapa bulan kemudian, Suyitno meninggal dunia karena mengalami kecelakaan.
Meski demikian, Candra tetap melanjutkan latihannya dalam bermain wayang. Bahkan untuk memantapkan ilmunya, dia akhirnya berkuliah di ISI Surakarta jurusan Pedalangan. Hingga, dia lulus di tahun 2019.
“Sejak saat itu saya jadi guru kesenian di SMK dan jadi guru di sanggar untuk karawitan dan dalang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengatakan, Candra layak menjadi Pemuda Pelopor Kabupaten Nganjuk.
Salah satu alasannya karena dedikasi Candra dalam memajukan pendidikan dan budaya di Kabupaten Nganjuk.
“Setelah menyaring puluhan peserta, kami akhirnya memilih Candra sebagai pemenang,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis