Dr. Soetomo adalah salah satu Pahlawan Nasional yang sangat berjasa bagi Indonesia, terutama perannya dalam membangkitkan pergerakan nasional Indonesia. Perannya sangat signifikan mengubah pola perjuangan Indonesia yang awalnya menggunakan fisik dan bersifat kedaerahan menjadi pergerakan modern dan lebih terorganisir.
Berikut adalah profil lengkap Dr. Soetomo dan kiprahnya dalam pergerakan nasional Indonesia.
Profil dan Riwayat Pendidikan Dr. Soetomo
Soetomo terlahir dengan nama Soebroto, pada 30 Juli 1888 di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Soetomo adalah salah satu putra terbaik Nganjuk yang atas jasanya menjadikannya tokoh nasional.
Soetomo terlahir dari keluarga priyayi yang cukup terpandang. Ayahnya adalah Raden Suwaji, seorang pegawai pangreh praja yang memiliki pandangan maju. Ibunya bernama Raden Adjeng Soewarni, dan kakeknya adalah Raden Ngabehi Singawijaya, dikenal juga sebagai KH. Abdurrakhman.
Riwayat pendidikan Dr. Soetomo adalah sebagai berikut.
- Sekolah Rendah Bumiputera di Maospati Madiun
- Europeesche Lagere School (ELS) di Bangil
- School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Jakarta tahun 1903-1911
- Melanjutkan studi Kedokteran ke Eropa, khususnya di Jerman dan Belanda
Karir dan Profesi
Setelah lulus dari STOVIA, Soetomo mengabdi sebagai dokter pemerintah di berbagai daerah kekuasaan Hindia Belanda seperti Semarang, Tuban, dan Blora. Dalam dedikasinya melayani rakyat kecil, ia sering tidak memungut biaya dari pasien yang kurang mampu.
Pada tahun 1923, ia menjadi pengajar di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya, kemudian wafat pada 30 Mei 1938 di kota pahlawan tersebut.
Peran Dr. Soetomo di Bidang Pergerakan Nasional
Dr. Soetomo memiliki peran besar di bidang pergerakan nasional. Salah satu yang paling dikenal adalah sebagai pendiri organisasi pergerakan Budi Utomo (Boedi Oetomo) sebagai pemicu pergerakan nasional.
Organisasi Budi Utomo
Organisasi Ini adalah sumbangsih terbesar Soetomo dalam pergerakan nasional. Ia memprakarsai organisasi ini Pada tanggal 20 Mei 1908, saat masih menempuh pendidikan di STOVIA. Soetomo bersama dengan rekan-rekan mahasiswanya (seperti M. Soewarno, M. Saleh, R. Goembrek, Goenawan Mangoenkoesoemo, M. Soelaiman, Gondo Soewarno, M. Soeradji, dan R. Angka) mendirikan organisasi modern pertama di Indonesia, yaitu Budi Utomo.
Budi Utomo berfokus pada kemajuan pendidikan, kebudayaan, dan sosial-ekonomi bangsa Indonesia. Meskipun pada awalnya ruang lingkupnya terbatas pada Jawa, Madura dan kaum priyayi, organisasi ini menjadi tonggak penting kelahiran pergerakan.
Baca Juga: Dari Kertas Semen Jadi Wayang Kulit Bernilai Jutaan, Kisah Hebat Dalang Muda OBI Friendhi Candra
Pendirian Budi Utomo menandai awal era baru pergerakan nasional. Ini adalah kali pertama perjuangan dilakukan secara terorganisir dengan tujuan memajukan bangsa melalui jalur intelektual dan pendidikan, bukan lagi sekadar perlawanan fisik. Oleh karena itu, hingga kini setiap tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Mendorong Kesadaran Nasional melalui Pendidikan
Soetomo sangat meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk mencapai kemajuan dan kemerdekaan. Melalui Budi Utomo, Soetomo melakukan beberapa upaya untuk mendorong kesadaran pendidikan. Seperti hal-hal berikut ini.
- Menggalang dana untuk beasiswa bagi pelajar pribumi.
- Mendirikan sekolah-sekolah dan perpustakaan.
- Meningkatkan kualitas pengajaran dan akses pendidikan bagi pribumi yang sebelumnya sangat terbatas di era kolonial.
Baca Juga: Mewarnai Budaya dengan Hati, Aam dan Perjuangannya Membangkitkan Minat Batik di Kalangan Muda
Aktivis dan Pemimpin Organisasi Pergerakan
Setelah Budi Utomo, Dr. Soetomo terus aktif dalam berbagai organisasi dan perjuangan politik seperti
- Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) yang didirikan pada tahun 1930. Organisasi ini berorientasi pada perjuangan kebangsaan, termasuk di bidang ekonomi dan sosial masyarakat. PBI memiliki tujuan lebih luas daripada Budi Utomo, yaitu mempersatukan bangsa Indonesia tanpa memandang suku dan agama.
- Partai Indonesia Raya (Parindra): Pada tahun 1935, PBI bergabung dengan Budi Utomo dan membentuk Parindra. Di Parindra, Dr. Soetomo menjabat sebagai ketua. Parindra adalah partai politik yang lebih radikal, menuntut kemerdekaan Indonesia dan aktif dalam Volksraad (Dewan Rakyat) untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Parindra juga mengembangkan koperasi, usaha kerajinan, dan pers.
Menyuarakan Aspirasi Rakyat di Volksraad
Meskipun Volksraad adalah lembaga bentukan Belanda, Dr. Soetomo memanfaatkannya sebagai platform untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan kolonial dan menyampaikan aspirasi rakyat Indonesia. Ia berjuang untuk mendapatkan hak-hak politik yang lebih besar bagi pribumi dan memperbaiki kondisi kehidupan mereka.
Mempromosikan Persatuan dan Kesadaran Politik
Melalui tulisan-tulisannya, ceramah, dan aktivitas organisasi, Dr. Soetomo secara konsisten mempromosikan persatuan di antara berbagai kelompok etnis dan agama di Indonesia. Ia berusaha membangun kesadaran politik di kalangan rakyat agar mereka memahami hak-hak mereka dan pentingnya perjuangan untuk kemerdekaan.
Editor : Jauhar Yohanis