Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kisah Hafidzah Fatimah Nur Fadilah yang Terkena Tumor Parotis, Rutin Muraja’ah setiap Hari walaupun Kondisi Sakit

Novanda Nirwana • Minggu, 3 Agustus 2025 | 12:45 WIB

HAFIDZAH KOTA ANGIN: Fatimah Nur Fadilah muraja’ah setiap hari meski kondisinya sedang sakit.
HAFIDZAH KOTA ANGIN: Fatimah Nur Fadilah muraja’ah setiap hari meski kondisinya sedang sakit.

Namanya adalah Fatimah Nur Fadilah. Perempuan asal Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Nganjuk itu adalah seorang hafidzah. Sayangnya, sejak 2023 lalu, dia terserang tumor parotis. Meski kesehatannya terus melemah saat itu, Fatimah tak pernah patah semangat untuk menjadi penghafal Alquran.

Fatimah Nur Fadilah adalah seorang penghafal Alquran atau hafidzah. Sehari-hari, di waktu sehatnya, Fatimah rutin membaca Alquran. Namun sejak 2018 lalu, ada masalah kesehatan yang dialami oleh Fatimah. Ada sebuah benjolan kecil di belakang telinga kirinya.

“Awalnya kami tidak curiga karena tidak ada rasa sakit. Cuma benjolan kecil saja, nggak ganggu,” ujar kakak Fatimah, Binti Mukaromah.

Seiring waktu berjalan, benjolan itu semakin besar. Puncaknya, pada 2023, imun Fatimah mulai melemah. Dia bahkan sering pingsan. “Pas pingsan itu, pengurus pondok tahu ada benjolan besar di belakang telinga. Langsung dibawa ke klinik dan divonis tumor parotis,” imbuhnya.

Fatimah saat bersama teman-temannya di salah satu pondok pesantren di Sukabumi, Jawa Barat.
Fatimah saat bersama teman-temannya di salah satu pondok pesantren di Sukabumi, Jawa Barat.

Vonis dokter membuat keluarga kaget. Saat disarankan operasi, Fatimah sempat menolak. Alasannya karena ada kemungkinan operasi tersebut menyebabkan putusnya salah satu saraf. “Akhirnya sempat coba alternatif lain, mulai dipijat, pakai kayu bajakah, sampai ramuan daun rebus. Tapi semua itu tidak ngefek, malah makin besar,” tambah perempuan yang kini berusia 35 tahun itu.

Akhirnya Fatimah menjalani operasi pertamanya pada 2024. Tapi, usai tiga bulan operasi, benjolan itu tumbuh lagi. Operasi kedua dilakukan. Tapi lagi-lagi, tiga bulan kemudian, muncul lagi. Hingga akhirnya, Fatimah harus naik meja operasi untuk kali ketiga, terakhir pada Januari lalu.

“Yang terakhir ini malah efeknya ke tenggorokan. Suaranya hilang, cuma bisa bisik-bisik,” paparnya.

Fatimah Nur Fadilah
Fatimah Nur Fadilah

Kondisi itulah yang membuat Binti memutuskan membawa adiknya pulang ke rumah. Di rumah, Fatimah makin lemah. Jalan masih bisa, tapi pelan dan sering sempoyongan. Untuk makan pun, harus dibujuk dan disesuaikan. 

“Biasanya cuma mau makan bubur Sun, kentang rebus, roti atau jajan kecil. Kalau nasi, meski diganti bubur pun tetap nggak mau,” tuturnya.

Masalah lain muncul dari administrasi pengobatan. Fatimah punya BPJS daerah Sukabumi karena dulu ikut lomba MTQ. Hingga saat ini pun Binti mengupayakan untuk mengurus perpindahan BPJS Fatimah.

“Pas operasi, kami bikin KIS di sini. Tapi pas pulang, KIS-nya sudah nggak bisa dipakai. Akhirnya minta tolong ke Pak Bupati. Beliau langsung bantu,” tandas Binti.

Kini, Fatimah masih menjalani rawat jalan. Dari hasil CT scan dan rontgen terakhir, tumor yang baru tumbuh itu belum sepenuhnya ganas. Tapi sudah mengarah ke keganasan. 

 

“Karena itu disarankan kemoterapi. Tapi masih harus cek jantung dulu sebelum mulai kemo,” jelasnya.

 Fatimah kerap mengeluh pusing hebat. Kalau sudah begitu, Binti segera memberinya obat dari rumah sakit. “Mau gimana lagi, sekarang harapannya cuma kemo. Karena alternatif lain sudah dicoba,” jelasnya. (nov/wib)

Editor : Miko
#murajaah #bpjs #kisah #kis #nganjuk #gadis #tumor parotis #hafalan Al Quran #bupati