Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Kakak Kandung yang Merawat Fatimah Nur Fadilah sejak Kecil

Novanda Nirwana • Minggu, 3 Agustus 2025 | 14:00 WIB

SAYANG ADIK: Binti Mukaromah (kanan) bersama Fatimah, adiknya.
SAYANG ADIK: Binti Mukaromah (kanan) bersama Fatimah, adiknya.

Kisah Hafidzah Fatimah Nur Fadilah yang Terkena Tumor Parotis

Tidak pernah terlintas dalam benak Binti Mukaromah, 35 harus menghabiskan hari-harinya sebagai perawat pribadi bagi adik tercinta, Fatimah Nur Fadilah. Sejak 2023, Binti memulai rutinitas dari subuh hingga petang dengan merawat sang adik. “Sebelum jam 6 pagi saya sudah siapkan semua keperluan adik. Makanannya, obatnya, dan bajunya. Saya pastikan siap semua sebelum saya berangkat,” ungkap Binti.

Fatimah, yang kini dalam masa pemulihan pasca operasi ketiga, mulai mengalami gejala tambahan. Mulai dari pusing hingga gangguan penglihatan. Kondisi itu membuatnya semakin bergantung pada bantuan orang lain. “Kadang pas salat, kalau susah wudhu, dia tayamum. Kalau saya tinggal kerja, makanan saya siapkan di dapur,” jelasnya.

Fatimah tinggal bersama Binti dan adik laki-laki Binti. Saat ini, adik laki-laki nomor satu yang bekerja di Surabaya juga turut pulang untuk membantu. “Adik saya yang laki pulang kesini, ikut gantian jaga,” ungkapnya.

Binti sendiri bekerja di salah satu pabrik rokok yang ada di Nganjuk. Meski waktunya padat, dia tetap memprioritaskan kesehatan adiknya. “Biasanya kalau butuh saya itu ya saya izin pulang dulu,” katanya.

Kini, yang membuat hati Binti makin waswas, kondisi Fatimah yang dulunya masih bisa bergerak dan beraktivitas kini semakin melemah. “Dulu masih bisa aktivitas meski benjolannya besar. Tapi sekarang makin sering pusing, makan juga susah,” papar Binti.

Meski penuh keterbatasan, Binti mengaku tak pernah berpikir untuk menyerah. Bagi dia, merawat adik adalah bentuk tanggung jawab sebagai anak pertama. (nov/wib)

Editor : Miko
#kisah #nganjuk #tumor parotis #kakak #subuh #salat #hafidzah #perawat