SRIKANDI NGANJUK: Kepala Disnaker Istna Shofiani fokus tekan pengangguran dan cegah TPPO.
Mengenal Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Pemkab Nganjuk (5)
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk Istna Shofiani harus kerja ekstrakeras. Karena di saat kondisi perekonomian tidak baik-baik saja, Disnaker Nganjuk harus bisa menekan angka pengangguran. Itsna juga harus melindungi warga Nganjuk menjadi korbantindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Itsna Shofiani mendapat pengalaman baru. Sejak 31 Juli lalu, dia diberi amanah menjadi kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Dia dipilih oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk. Selama menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Nganjuk, Itsna belum pernah secara definitif menjadi kepala dinas. Sedangkan jabatan terakhirnya Itsna adalahStaf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan. “Sebelumnya juga pernah menjadi Kepala Dinas Pertanian (Disperta) namun hanya sebagai pelaksana tugas (Plt),” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Bagi Itsna, menjadi Kepala Disnaker Nganjuk adalah pengalaman yang menantang. Karena baginya, dunia ketenagakerjaan adalah hal yang sangat baru. Bagaimana tidak, sejak merintis sebagai ASN, dia lebih banyak menghabiskan waktu di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk. “Saya dulu di PUPR selama 16 tahun. Dari masih staf hingga menjadi sekretaris,” tambahnya.
Meski masih awam di dunia ketenagakerjaan, Itsna mengaku ingin langsung gaspol. Salah satu buktinya adalah banyak program yang sedang dan akan dijalankan di Disnaker Nganjuk.
Salah satu yang menjadi fokusnya adalah mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebagai informasi, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Nganjuk yang ingin bekerja ke luar negeri harus memiliki surat rekomendasi dari Disnaker Nganjuk. Saat meminta surat rekomendasi, pihak Disnaker Nganjuk akan melakukan screening. Tujuannya adalah memastikan tidak ada CPMI yang akan bekerja di tempat ilegal. “Kami sangat memerhatikan dimana CPMI bekerja. Jangan sampai mereka bekerja di tempat ilegal hingga terjerumus ke TPPO,” tandasnya.
Selain itu, Itsna mengaku ingin memaksimalkan tugas Disnaker secara umum. Yaitu mencarikan pekerjaan bagi masyarakat di Nganjuk yang masih menganggur. Dengan targetnya adalah menurunkan angka pengangguran di Kota Angin. “Kami terus berinovasi untuk mencari cara agar proses pencarian kerja dapat berjalan efektif. Untuk pencari pekerja bisa dapat pekerjaan dan untuk penyedia lapangan kerja bisa mendapatkan tenaga kerja yang produktif,” pungkasnya. (wib/tyo)