Hal itu seperti yang disampaikan oleh Ketua LVRI Markas Cabang Kabupaten Nganjuk Kapiarso. Dia mengatakan, hingga tahun ini, tentara veteran pejuang kemerdekaan di Nganjuk hanya tinggal Soewito seorang diri.
“Veteran pejuang kemerdekaan di Nganjuk hanya tinggal Soewito,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Kapiarso menjelaskan, di Indonesia, ada lima kategori tentara yang dianggap sebagai veteran. Pertama adalah tentara pejuang kemerdekaan. Mereka adalah tentara aktif sebelum Indonesia merdeka hingga 27 Desember 1949.
Selain itu ada veteran pembela Trikora. Mereka adalah tentara yang ikut dalam perang Trikora. Yaitu pada tahun 19 Desember 1961 hingga 1 Mei 1963. Lalu veteran pembela Dwikora. Mereka aktif mulai 3 Mei 1964 hingga 11 Agustus 1966.
Keempat adalah tentara pembela Seroja. Mereka adalah tentara yang ikut dalam perang Seroja di tahun 21 Mei 1975 hingga 17 Juli 1976. Lalu yang paling terakhir adalah veteran perdamaian. Mereka adalah tentara perdamaian yang diberi mandat oleh PBB.
“Tentara veteran adalah tentara yang ikut berjuang melawan tentara asing dalam konteks memperjuangkan kemerdekaan,” tandasnya.
Sementara itu, Soewito menjelaskan, dirinya sudah terlibat dalam tiga dari lima peristiwa di atas. Mulai dari perang melawan penjajah Belanda untuk meraih kemerdekaan, operasi Trikora, hingga operasi Seroja.“Saya selalu diajak berperang di luar karena saya mengerti teknik komuniasi radio pada waktu itu,” ujarnya.
Beruntung, dari banyaknya perang itu, Soewito berhasil selamat. Hingga akhirnya dia resmi pensiun pada 1986 lalu. Setelah itu Soewito memilih untuk kembali pulang ke rumah. Yaitu di Desa/Kecamatan Rejoso. (wib)
Editor : Karen Wibi