Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Heru Sunarno, Pelatih Persenga di Liga 4 Putaran Nasional : Pagi Jadi Guru di Jombang, Sore Latih Singo Barong

Karen Wibi • Rabu, 18 Maret 2026 | 09:07 WIB

 

Pelatih Persenga Nganjuk Heru Sunarno
Pelatih Persenga Nganjuk Heru Sunarno

Heru Sunarno menjadi orang yang supersibuk. Dia tidak hanya fokus melatih Persenga Nganjuk. Melainkan juga menjadi seorang guru olahraga di SDN 1 Kedungturi, Kabupaten Jombang. Otomatis, dia harus pulang pergi (PP) Jombang-Nganjuk.

KAREN WIBI, NGANJUK, JP Radar Nganjuk

Nama Heru Sunarno sangat akrab di telinga Supermania-julukan supporter Persenga. Karena tangan dinginnya, Laskar Singo Barong bisa menorehkan sejarah. Yaitu, pertama kali lolos ke putaran nasional Liga 4.

Sebagai pelatih, Heru tidak mau terlena. Dia mempersiapkan Nasikin dkk lebih matang untuk menghadapi putaran nasional. Sebelum puasa, seluruh pemain dan pelatih wajib mengikuti sesi latihan sebanyak dua kali dalam satu hari. Yakni pagi dan sore hari. Untuk setiap sesinya mereka harus berlatih selama dua jam.

Hal itu tentu menguras energi seluruh pemain dan tim pelatih. Termasuk Heru. Karena usia pria asal Jombang itu sudah menginjak 50 tahun. Apalagi, kesibukan Heru tidak hanya sebagai pelatih Persenga. Namun juga melatih anak-anak sekolah dasar di SDN 1 Kedungturi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Ya benar, Heru bukan hanya seorang pelatih. Namun, dia juga merupakan PNS di sekolah tersebut. Status abdi negaranya itu sudah didapat sejak tahun 2006 silam. “Saya gantung sepatu di usia 30 tahun. Di usia itu juga saya diterima sebagai CPNS,” ujar Heru kepada wartawan koran ini.

Heru lalu menceritakan kisah hidupnya. Dulu, saat masih duduk di bangku SMA kelas XI, Heru yang berdomisili di Kota Surabaya sudah menjadi pemain sepak bola. Dia pernah bermain di beberapa klub terkenal di Jawa Timur. Mulai dari Persebaya Surabaya Junior hingga Persedikab Kediri.

Karir sepak bola amatir yang dilakukan oleh Heru berjalan mulus. Hingga di usia 30 tahun, dia harus gantung sepatu. Hal itu bermula ketika Heru hendak direkrut oleh klub asal Pulau Bali. Namun, dirinya dilarang oleh sang istri.

“Istri tidak mau saya ajak ke Bali. Akhirnya saya memutuskan untuk gantung sepatu,” terangnya.

Baca Juga: Ketua Pengadilan Nganjuk Oki Basuki Rachmat: Nasi Pecel Jadi Menu Wajib setiap Ada Acara 

Namun sebelum benar-benar menganggur, Heru sempat berkuliah di Unesa Surabaya. Saat itu dirinya mengambil D2 Pendidikan Jasmani. Pendidikan itu diambil di sela-sela Heru menjadi pemain sepak bola.

“Saya kuliahnya di malam hari dan di akhir pekan. Jadi tidak ganggu waktu bermain bola,” imbuhnya.

Heru akhirnya menganggur di usia 30 tahun. Beruntung, setelah tiga bulan menganggur, ada rekrutmen CPNS. Heru mencoba untuk mendaftar. Tak disangka Heru diterima menjadi seorang guru olahraga di SDN 1 Kedungturi.

Setelah beberapa tahun menjadi guru, Heru juga mendaftar untuk menjadi seorang pelatih. Hingga kini dirinya resmi menjadi pelatih dengan lisensi B AFC.

Sudah ada beberapa klub yang dilatih oleh Heru. Seperti PSID Jombang dan Persenga Nganjuk. Di Persenga, Heru sudah menjadi pelatih selama dua musim berturut-turut. “Saya hanya melatih tim yang dekat dengan domisili,” tandasnya.

Lalu bagaimana Heru membagi waktu antara menjadi guru dan melatih? Menanggapi pertanyaan itu, Heru menjelaskan jika dirinya akan menjadi guru di pagi hari. Setelah selesai mengajar di siang hari, Heru langsung menuju Kabupaten Nganjuk untuk melatih. Setelah selesai, Heru akan kembali ke Kabupaten Jombang. “Saya pagi jarang melatih. Tugasnya saya serahkan ke asisten pelatih,” pungkasnya. 

Editor : rekian
#liga 4 #persenga nganjuk #guru olahraga #nganjuk #psid jombang