NAMANYA adalah Chika Aulia Zahra Pramiswari. Perempuan asal Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo merupakan seorang remaja yang berprestasi. Beberapa waktu lalu, Chika terpilih menjadi Mbakyu Berbakat Kabupaten Nganjuk 2026. Selain itu, sehari-hari, Chika merupakan seorang model.
Namun uniknya, bakat yang dimiliki oleh Chika baru muncul sejak dua tahun terakhir. Sedangkan sejak kecil Chika malah dipusingkan dengan perasaan minder. “Saya baru aktif sejak masuk kuliah. Dulu waktu sekolah saya siswa biasa-biasa saja,” ujar perempuan yang saat ini masih berusia 19 tahun itu.
Ya benar, meski memiliki banyak prestasi, Chika mengaku dirinya dulu merupakan remaja yang sering minder. Alasan utamanya karena Chika memiliki kulit sawo matang yang dianggapnya kurang menarik. Ditambah Chika memiliki postur tubuh yang tinggi dan langsing.
Rasa minder Chika berangsur hilang saat dirinya menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta. Saat itu Chika bertemu dengan banyak teman. “Banyak teman-teman yang mendukung saya. Mereka bilang kalau kulit sawo matang itu menarik,” tambah alumnus SMAN 1 Patianrowo itu.
Berawal dari hal itu, Chika memberanikan diri untuk terjun ke dunia modeling. Tak disangka pilihannya itu membawa dampak yang positif. Chika berhasil menjadi model di beberapa acara.
Hingga puncaknya, di tahun ini, Chika mengikuti ajang pemilihan Kangmas dan Mbakyu 2026. Hasilnya Chika berhasil menjadi finalis. Dirinya juga terpilih sebagai Mbakyu Berbakat 2026. “Akhirnya saya percaya diri menjadi model. Kulit sawo matang itu menarik,” tandasnya.
Kini, setelah terpilih menjadi Mbakyu Berbakat 2026, Chika memiliki banyak sekali mimpi. Salah satunya memajukan pariwisata di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, menurut Chika, pariwisata di Nganjuk tak kalah menarik dibanding dengan Yogyakarta. “Kabupaten Nganjuk punya potensi yang besar. Saya bermimpi untuk membawa pariwisata Nganjuk lebih baik lagi,” pungkasnya. (wib)