Thrifting menjadi sebuah tren fashion baru di Kabupaten Nganjuk. Yaitu kegiatan jual beli pakaian bekas yang masih layak pakai. Uniknya tren fashion tersebut memiliki banyak peminat. Bahkan kegiatan jual belinya hingga merambah ke e-commerce.
Namanya adalah thrifting. Namun dulu orang mengenalnya dengan istilah nggombek. Kegiatan jual beli pakaian bekas yang masih layak pakai. Ya benar, pakaian yang dijual adalah pakaian bekas. Pernah dipakai seseorang. Meski demikian, peminat dari tren tersebut sangatlah tinggi. Buktinya? Banyak toko pakaian thrift yang menjamur di Kota Angin.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Maretha Koeshartatik. Dia adalah pemilik toko thrift yang ada di Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk. Dia mengatakan, dulu, kegiatan thrift tidak se-ngetren saat ini. Bahkan banyak orang yang malu kalau ketahuan membeli pakaian bekas.
“Dulu pas kecil tahunya ya di Gringging. Dulu nggak berminat,” akunya.
Beda dulu, beda sekarang. Kini kegiatan thrift naik kelas. Orang tak lagi malu membeli pakaian bekas. Bahkan peminatnya kian menjamur. Maretha merasakannya sendiri. Saat awal berbisnis dulu, dia hanya berjualan di rumah. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah peminatnya terus bertambah. Dia lalu memutuskan untuk membuka toko.
“Awalnya cuman jualan di rumah. Tapi lama kelamaan kok banyak yang berminat. Akhirnya kami buka toko di sini,” tambah perempuan berusia 42 tahun itu.
Hal senada juga dikatakan oleh Alex, 24, pemilik toko thrift di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk. Dia mengatakan bisnis thrift yang digelutinya kian naik selama beberapa tahun terakhir. Bahkan untuk memenuhi permintaan, dia harus membeli pakaian dari luar kota. Yaitu dari Jakarta.
“Kami dapatnya langsung karungan, kadang kami juga milih-milih juga,” tambah Alex.
Lebih lanjut, Alex mengatakan produk yang dijual juga sangat variatif. Mulai dari jaket, hoodie, kemeja, jaket, celana, topi hingga sepatu. Pembelinya pun juga sangat variatif. Mulai dari anak sekolah hingga dewasa. (nov/wib)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira