Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Begini Perjalanan YouTube, Dari Dibeli Google Hingga Jadi Platform Video Terbesar Warga Nganjuk Wajib Tahu!

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 21 Februari 2025 | 20:06 WIB
Aplikasi YouTube
Aplikasi YouTube

 

JP Radar Nganjuk - YouTube didirikan pada tahun 2006 oleh Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim.

YouTube berawal sebagai sebuah perusahaan teknologi rintisan yang didanai oleh investasi senilai $11,5 juta dari Sequoia Capital antara November 2005 dan April 2006.

Pada tahun 2006 Google membeli YouTube seharga 1,65 miliar Dollar dalam bentuk saham.

Perkembangan fitur fitur YouTube dimulai pada tahun 2009 YouTube meluncurkan “Show” untuk penonton Britania Raya, lalu pada tahun 2010 YouTube meluncurkan layanan sewa film daring.

Pada tahun ini YouTube mulai menyiarkan konten tertentu secara gratis.

Tahun 2010 Hurley mengundurkan diri dari jabatan CEO dan menjadi penasihat perusahaan.

Hurley digantikan oleh Salar Kamangar.

Pada November 2011, jejaring sosial Google+ terintegrasi langsung dengan YouTube dan penjelajah web Chrome, sehingga video-video YouTube bisa ditonton di Google+.

Bulan Desember 2011, YouTube meluncurkan antarmuka baru. Saluran video ditampilkan di kolom tengah halaman utama, sama seperti umpan berita situs-situs jejaring sosial.

Pada saat yang sama, versi baru logo YouTube dipasang dengan bayangan merah yang lebih gelap. Ini merupakan perubahan desain pertama YouTube sejak Oktober 2006.

Baca Juga: Megawati Larang Kepala Daerah dari PDIP Ikuti Retret, Termasuk Bupati Nganjuk?

Lalu pada 2014 CEO youtube adalah Susan Wojcicki. Adanya YouTube premium yang diluncurkan oleh youtube pada tahun 2013 dihentikan pada tahun Januari 2018 lalu diluncurkan kembali pada

Juli 2018 dengan harga sewa kurang lebih 5 dollar perbulan.

YouTube juga menciptakan YouTube kids pada tahun 2015.

Lalu pada tahun 2021 YouTube menghapus tampilan jumlah dislike pada semua video karena para pengguna sering menggunakan tombol dislike sebagai bentuk dari intimidasi di dunia maya.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Berita Hari Ini #teknologi #youtube #nganjuk #indonesia #viral #sejarah