Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Film Na Willa 2026: Sinopsis, Daftar Pemain, dan Alasan Mengapa Film Ini Cocok untuk Edukasi Anak

rekian • Sabtu, 4 April 2026 | 09:17 WIB
Poster Film Na Willa di Golden Theater Kediri.
Poster Film Na Willa di Golden Theater Kediri.

 
RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM
 – Layar lebar tanah air kembali diwarnai dengan sajian hangat yang menguras emosi sekaligus memberikan pelajaran moral mendalam melalui film Na Willa. Sejak dirilis secara perdana pada 18 Maret 2026 lalu, film garapan sutradara Ryan Adriandhy ini terus menuai respon positif dari berbagai kalangan penonton.

Salah satunya datang dari A Wiwara, bocah berusia 8 tahun asal Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, yang mengaku sangat terkesan usai menyaksikan film tersebut di Bioskop Kediri baru-baru ini. Bagi Ara, sapaan akrab bocah tersebut, Na Willa merupakan tontonan yang sangat ramah untuk anak-anak sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua.

Baca Juga: Inilah Fenomena Karakter Absurd di TikTok, Dari 'Tung Tung Tung Sahur' hingga 'Crocodilo Bombardilo'

Menurutnya, tidak ada adegan menyeramkan di dalam film produksi Visinema Studios ini. Sebaliknya, film yang diadaptasi dari seri buku populer karya Reda Gaudiamo berjudul Na Willa: Serial Catatan Kemarin (2012) tersebut justru dipenuhi dengan adegan jenaka yang memancing tawa.

Salah satu momen yang paling diingatnya adalah tingkah lucu tokoh Dul yang memanggil Farida dengan sebutan Falida karena sang sahabat kesulitan melafalkan huruf R. Imajinasi liar tokoh utama, Na Willa, yang diperankan secara apik oleh aktris cilik Luisa Adreena, juga menjadi sorotan saat ia membayangkan ikan bandeng memiliki banyak mata karena kegemarannya menyantap mata ikan tersebut.

Baca Juga: Tren Stecu-Stecu Menggemparkan Sosmed dan Arti di Baliknya

Namun di balik gelak tawa, film berdurasi sekitar dua jam ini juga menyisipkan pesan yang sangat kuat tentang pentingnya literasi. Ara menceritakan betapa sedihnya saat melihat karakter Dul harus mengalami kecelakaan tragis tertabrak kereta api hingga kehilangan kakinya karena tidak bisa membaca tanda peringatan.

Kejadian memilukan tersebut memberikan pemahaman baru bagi Ara bahwa kemampuan membaca adalah hal yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran ini tersampaikan secara halus namun membekas di benak penonton cilik seperti dirinya.

Baca Juga: Mapan Bukan Jaminan, Berikut 5 Perusahaan Besar Yang Terpaksa Gulung Tikar. No. 3 Kebanggaan Emak-emak!

Tak hanya soal literasi, film yang mengambil latar belakang tahun 1960-an di sebuah gang kecil di Surabaya ini juga menyoroti isu sosial yang masih sangat relevan hingga saat ini, yakni perundungan atau bullying di sekolah.

Melalui interaksi Na Willa dengan para sahabatnya seperti Ida (Freya Mikhayla), Dul (Azamy Syauqi), dan Bud (Arsenio Rafisqy), penonton diajarkan tentang arti toleransi dan kesetiaan kawan.

Baca Juga: Gara-Gara Donald Trump Harga iPhone bisa Naik Hingga Lebih Dari Rp 50 Juta, Kok Bisa?

Na Willa digambarkan sebagai sosok sahabat sejati yang memberikan dukungan penuh saat Dul berada di titik terendah, tanpa pernah sedikit pun mengejek kondisi fisik temannya tersebut.

Bagi penonton dewasa atau generasi milenial, film Na Willa seolah menjadi mesin waktu yang membawa mereka bernostalgia ke masa lalu. Detail properti yang dihadirkan, mulai dari penggunaan setrika arang, suasana mengaji, hingga jajanan ikonik seperti minuman Orange Cruzz, memberikan nuansa klasik yang sangat kental.

Baca Juga: Fitur Notes di Instagram Dihapus, Netizen: Ngodein Jodohku Lewat Mana?!  

Kehadiran aktor Junior Liem sebagai Pak dan Irma Rihi sebagai Mak melengkapi kehangatan dinamika keluarga Na Willa dalam menghadapi realitas sosial yang dikemas secara sederhana. Film ini membuktikan bahwa cerita yang jujur tentang keseharian mampu menyentuh hati semua generasi dan memberikan banyak pelajaran berharga tentang kemanusiaan.

Editor : rekian
#Film Na Willa #Na Willa #Reda Gaudiamo #film #Ryan Adriandhy