Film a Business Proposal adalah film drama komedi yang dibintangi Abidzar Al Ghifari dan Ariel Tatum yang telah tayang di bioskop pada bulan Februari lalu. Film tersebut kini akan tayang di Netflix Indonesia pada bulan Juni mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh admin Netflix Indonesia melalui unggahan instagram pada hari ini (29/5).
“KABAR GEMBIRA buat kamu yang udah nungguin jungkir baliknya kisah cinta antara Sari dan Tama. Film a Business Proposal bakal masuk Netflix tanggal 13 Juni” tulisnya.
Sontak, postingan tersebut langsung diserbu oleh netizen dengan berbagai komentar. Kebanyakan netizen memberikan komentar negatif atau sarkas dengan caption yang ditulis oleh admin tersebut.
“Kabar gembira? Ini sih kabar buruk” “apakah kita benar-benar gembira?” “Film gagal total tayang di Netflix” ucap beberapa netizen di kolom komentar postingan instagram.
Adanya hujatan dan respon negatif tersebut adalah dampak dari polemik Abidzar, tokoh utama pria di dalam film tersebut. Netizen tampaknya masih kesal dan geram dengan sang tokoh utama dan berujung melakukan boikot pada film tersebut ketika tayang di bioskop. Tiketnya hanya terjual 21.383 penonton, angka tersebut sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah penonton film-film Indonesia lainnya, apalagi a Business Proposal adalah film hasil remake drama korea hits dengan judul yang sama.
Gerakan boikot pada film hasil sutradara Rako Prijanto ini disebabkan karena Abidzar yang mengatakan bahwa ia tak pernah menonton drama korea ‘Busines Proposal’ dan hanya melihat 1 episode saja untuk membangun karakter Tama. Padahal, filmnya adalah hasil remake atau pembuatan ulang dari drama tersebut. Sebaliknya, Abidzar malah mengatakan bahwa ia akan membangun karakternya sendiri. Hal itu sontak mengundang amarah dan kecewa terutama bagi para pecinta drakor ‘Business Proposal’.
Pihak rumah produksi film a Business Proposal, PH Falcon Pictures juga telah membuat surat terbuka dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Abidzar juga telah meminta maaf, akan tetapi public sudah terlanjur kecewa dengan sikap aktor dan PH dalam menyikapi pembuatan ulang dari drama korea tersebut.
Editor : Jauhar Yohanis