Perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali menimbulkan kejutan. Salah satu pos yang paling disorot adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pelantikan menteri baru sejatinya digelar kemarin sore, namun urung terlaksana karena kandidat pengganti belum juga ditetapkan.
Dito Ariotedjo, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, yang baru tiga tahun duduk di kursi kabinet, mengaku menerima kabar reshuffle itu mendadak. Informasi baru sampai pagi hari, sementara jadwal pelantikan disiapkan sore harinya. “Kami ini prajurit, di mana pun ditugaskan pasti siap,” ujarnya dengan nada tenang.
PR yang Belum Tuntas
Di balik ketidakpastian itu, ada sejumlah pekerjaan rumah yang ditinggalkan. Salah satunya pembenahan tata kelola olahraga nasional. Mantan Menpora menyebut, reformasi menyeluruh tengah berjalan, mulai dari pembahasan revisi Undang-Undang Olahraga hingga penataan ulang pekan olahraga nasional, termasuk PON. “Kita juga tengah menyiapkan strategi agar Indonesia lebih sering tampil di ajang kelas dunia,” katanya.
Harapan untuk Penerus
Harapan besar pun ditumpukan kepada menteri baru, siapa pun dia. Transisi menjadi penting agar program yang sudah disusun tidak terputus di tengah jalan. Mantan Menpora menegaskan siap memberikan transfer pengetahuan kepada penerusnya.
Bagi dirinya pribadi, usia 35 tahun adalah modal untuk melanjutkan perjalanan baru. Hampir tiga tahun ia meninggalkan dunia swasta demi kabinet. “Sekarang waktunya menjajaki tantangan lain. Tapi kita tetap berkeluarga, pasti akan terus saling berkabar,” ujarnya.
Kursi Menpora sementara ini masih kosong. Publik olahraga menanti, siapa yang akan dipercaya Presiden Prabowo untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjawab tantangan besar di dunia olahraga Indonesia.