Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Spekulasi Menpora Menguat
Jauhar Yohanis• Kamis, 11 September 2025 | 17:18 WIB
Rahayu Saraswati, Keponakan Presiden Prabowo mundur dari DPR RI
JAKARTA – Keputusan mendadak Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mengundurkan diri dari kursi DPR RI menuai banyak tanda tanya. Politikus muda Partai Gerindra itu resmi melepaskan jabatannya, meski baru saja terpilih kembali untuk periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Publik bertanya-tanya, apa alasan sebenarnya? Di tengah spekulasi yang berkembang, sejumlah pengamat menilai langkah tersebut bukan sekadar “pensiun dini” dari politik, melainkan sinyal persiapan menuju jabatan eksekutif di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dugaan Menuju Menpora
Salah satu spekulasi yang paling ramai adalah kemungkinan Rahayu ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Pos tersebut masih kosong setelah Dito Ariotedjo tak lagi menjabat.
Pegiat media sosial Jhon Sitorus termasuk yang pertama menyuarakan dugaan itu. “Rasanya tidak mungkin seorang seperti Rahayu Saraswati pensiun dini dari dunia politik,” ujarnya lewat unggahan di X, Kamis (11/9). Menurut Jhon, posisi Menpora sangat mungkin diisi Rahayu mengingat kedekatannya dengan Presiden sekaligus pamannya, Prabowo Subianto.
“Dugaan saya, bisa jadi Rahayu akan mengisi pos Menpora yang masih kosong atau lembaga lain,” katanya.
Nepotisme atau Loyalitas?
Isu ini segera menyinggung topik sensitif: nepotisme. Sebagai anak dari Hasyim Djojohadikusumo—adik kandung Presiden Prabowo—Rahayu jelas masuk dalam lingkaran keluarga inti. Jhon Sitorus menilai, Prabowo saat ini cenderung lebih percaya pada keluarga dan kader Gerindra ketimbang tokoh di luar lingkaran dekatnya.
“Presiden Prabowo mulai terlihat tidak terlalu percaya dengan orang-orang di sekelilingnya, kecuali keluarga dan orang-orang yang separtai,” kata Jhon.
Bagi Jhon, kondisi ini menimbulkan dilema. Di satu sisi, Prabowo butuh orang yang loyal dan bisa dipercaya. Namun di sisi lain, publik bisa menilai pengangkatan keluarga sebagai bentuk nepotisme yang mencederai semangat reformasi.
“Memang diperlukan orang-orang yang bisa dipercaya untuk mengisi pos kabinet, tetapi yang perlu jadi pertimbangan jangan sampai nepotisme dipupuk dan tumbuh subur, akan jadi preseden buruk ke depan,” ujarnya.
Rekam Jejak Politik Rahayu
Rahayu Saraswati bukan wajah baru di dunia politik nasional. Perempuan kelahiran 1986 ini sudah lama aktif di Partai Gerindra dan dikenal sebagai salah satu figur muda yang cukup vokal.
Pada periode sebelumnya, ia pernah duduk sebagai anggota DPR RI 2014–2019. Di sana, Rahayu fokus pada isu-isu perempuan dan anak. Karier politiknya sempat terhenti setelah kalah di Pemilu 2019, namun ia kembali melaju ke Senayan pada 2024.
Selain kiprahnya di parlemen, Rahayu juga kerap tampil sebagai juru bicara partai. Gaya komunikasinya yang tegas dan pandangannya yang progresif membuatnya disorot sebagai salah satu kader perempuan potensial Gerindra.
Politik Dinasti di Era Prabowo
Jika benar ditunjuk sebagai Menpora, langkah ini akan memperkuat kesan bahwa pemerintahan Prabowo tengah membangun politik dinasti. Sebelumnya, publik juga mencatat sejumlah figur keluarga berada di lingkar kekuasaan, baik secara formal maupun informal.
Isu dinasti politik sendiri bukan barang baru di Indonesia. Dari tingkat lokal hingga nasional, praktik ini kerap menuai kritik. Publik khawatir, keputusan berbasis hubungan keluarga justru mengesampingkan meritokrasi dan kompetensi.
Namun bagi pendukungnya, pengangkatan Rahayu akan dianggap wajar. Mereka melihat loyalitas sebagai faktor penting dalam kabinet, apalagi di tengah tantangan politik dan ekonomi yang dihadapi pemerintah.
Menanti Keputusan Presiden
Hingga kini, Rahayu Saraswati belum memberikan pernyataan langsung terkait alasannya mundur dari DPR. Begitu pula pihak Istana, yang belum secara resmi mengumumkan siapa pengganti Dito Ariotedjo sebagai Menpora.
Spekulasi pun kian menguat. Di satu sisi, publik menunggu kepastian apakah dugaan ini benar adanya. Di sisi lain, langkah Prabowo akan menjadi ujian awal soal komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dari nepotisme.
Apapun keputusan yang diambil, mundurnya Rahayu dari DPR menjadi momentum penting yang mencerminkan dinamika politik di awal periode pemerintahan baru. Jika ia benar melenggang ke kursi Menpora, sorotan publik tak hanya tertuju pada kinerjanya, tetapi juga pada pesan politik yang ingin ditegaskan Presiden Prabowo.