Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
Jauhar Yohanis• Selasa, 23 September 2025 | 19:00 WIB
KSP M Qodari
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ribuan siswa dilaporkan mengalami keracunan. Kepala Staf Presiden M. Qodari mengungkap data terbaru yang dihimpun dari tiga lembaga sekaligus, yakni Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dari laporan Kemenkes per 16 September 2025, tercatat 60 kasus dengan total 5.207 siswa terdampak. Sementara BPOM melaporkan 55 kasus dengan 5.320 siswa keracunan per 10 September 2025. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak.
Empat Faktor Pemicu
Kodari menjelaskan ada empat indikator utama penyebab keracunan MBG. Mulai dari higienitas makanan yang kurang terjaga, suhu makanan yang tidak sesuai standar, ketidaksesuaian dalam proses pengolahan, hingga kontaminasi silang dari petugas. Sebagian kasus juga dipicu oleh alergi pada penerima manfaat.
Menurutnya, sertifikasi higiene dan sanitasi dari Kemenkes menjadi kunci penting agar penyelenggara program gizi bisa memenuhi standar keamanan pangan. “Kalau sertifikasi ini diterapkan, risiko keracunan bisa ditekan,” tegasnya.
Tim Investigasi Turun Tangan
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deang, menyampaikan bahwa pihaknya segera membentuk tim investigasi. Tim tersebut terdiri dari dirinya dan sejumlah ahli kimia yang akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk menelusuri penyebab keracunan.
Selain itu, BGN juga menyiapkan hotline pelaporan agar masyarakat bisa segera melaporkan jika ada temuan kasus serupa. Langkah ini diambil agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun, maraknya kasus keracunan membuat pemerintah dituntut memperkuat pengawasan sekaligus memperbaiki standar keamanan pangan.