Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tagar #BoikotTrans7 Menggema di Media Sosial, Konten Ini Jadi Biang Kerok

Shinta Nurma Ababil • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:20 WIB
Logo Trans 7
Logo Trans 7

Jawa Pos Radar Nganjuk– Media sosial tengah diramaikan dengan tagar #BoikotTrans7 yang menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan santri dan komunitas pesantren. Gelombang protes ini dipicu oleh penayangan salah satu episode program XPOSE di Trans7 yang berjudul “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan di Pondok?”. Judul dan isi tayangan ini dianggap provokatif dan memicu kemarahan publik. 

 

Cuplikan episode tersebut kini viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Banyak pihak menilai konten tersebut telah melecehkan martabat kiai, santri, dan institusi pesantren. Meskipun diduga bertujuan sebagai kritik sosial, narasi yang disajikan dianggap tidak berimbang dan berpotensi memunculkan stereotip negatif terhadap kehidupan pesantren. 

 

Publik menyoroti penyajian konten yang dianggap menyinggung nilai-nilai keagamaan. Tayangan tersebut dinilai hanya menampilkan sudut pandang sepihak tanpa melibatkan konfirmasi dari pihak pesantren. Apalagi, belakangan ini media sosial kerap diramaikan dengan pemberitaan yang dianggap “menggoreng” isu seputar santri dan pesantren tanpa dasar yang jelas. Hal ini membuat isu tersebut semakin sensitif di mata masyarakat. 

 

Akibatnya, tagar #BoikotTrans7 pun menjadi trending di berbagai platform. Di Instagram, akun “Santri Melawan” turut memanaskan situasi dengan mengunggah video berisi seruan tegas: “BOIKOT!!! Trans7 yang telah menghina kiai dan santri.” 

 

Tuntutan Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Masyarakat, khususnya dari kalangan pesantren, mendesak Trans7 untuk bertanggung jawab atas tayangan tersebut. Mereka menuntut adanya permintaan maaf terbuka serta klarifikasi resmi terkait maksud dan tujuan konten yang dianggap bermasalah. Selain itu, publik juga meminta Trans7 untuk lebih beretika dalam mengangkat isu keagamaan agar tidak memicu kontroversi serupa di masa mendatang. 

 

Di sisi lain, sebagian masyarakat berpendapat bahwa program seperti XPOSE sebenarnya dapat menjadi wadah kritik sosial yang konstruktif, asalkan disampaikan dengan proporsional dan tetap menghormati nilai-nilai agama. Namun, hingga berita ini ditulis, Trans7 belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik ini. 

 

Tagar #BoikotTrans7 terus bergema, mencerminkan betapa sensitifnya isu ini di tengah masyarakat. Publik kini menanti langkah konkret dari Trans7 untuk meredam gejolak yang telah memicu kemarahan luas.

Editor : Karen Wibi
#santri #BoikotTrans7 #media sosial #pesantren