JP Radar Kediri– Dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas. Kabar wafat Ayatollah Imam Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini, pemimpin revolusi Iran telah memicu respons cepat dari pemerintah Indonesia.
Melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, pemerintah resmi mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil melalui keterangan pers di akun Instagram resmi @kemenhaj.ri.
Langkah ini diambil setelah pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Kami mengimbau seluruh jemaah umrah untuk menunda keberangkatan hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif. Ini demi memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah," ujar Dahnil dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Hoaks Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2025: Taspen dan Komdigi Tegaskan Belum Ada Regulasi Baru
Bagi warga yang saat ini sudah berada di Tanah Suci (Mekah dan Madinah), Dahnil meminta agar tetap tenang dan tidak panik. Termasuk untuk keluarga di tanah air. Pemerintah memastikan akan memberi perlindungan dan terus melakukan pendampingan.
Karena itu, jamaah diminta untuk terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH). Jalin komunikasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Dan tetap mengikuti instruksi dari otoritas berwenang di Arab Saudi.
Ketidakpastian jadwal penerbangan akibat situasi regional juga telah diantisipasi. Kemenhaj menegaskan akan memfasilitasi perlindungan bagi jamaah, termasuk urusan logistik dan administrasi.
"Kemenhaj siap memfasilitasi dan memastikan maskapai serta pihak hotel memberikan perlindungan. Jika ada keterlambatan kepulangan, maskapai wajib menyediakan penginapan. Kami juga akan mendampingi proses perpanjangan visa jika memang sudah habis masa berlakunya," tambah Dahnil.
Baca Juga: Bikin Geger ! Warga Batam Temukan Puluhan Ton Bawang di Tepi Jurang
Kabar memanasnya situasi di Timur Tengah tentu membuat keluarga jemaah di Indonesia khawatir. Terkait hal ini, pemerintah meminta pihak keluarga untuk tetap tenang dan aktif berkomunikasi dengan agen travel yang memberangkatkan jamaah.
Pemerintah berjanji akan terus memantau situasi dari waktu ke waktu hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman untuk aktivitas penerbangan dan ibadah secara normal.
Editor : rekian