JP Radar Nganjuk – Warga Kota Angin yang kerap wira-wiri melintasi jalan tol Trans Jawa tampaknya bisa segera bersiap menyambut era baru. Proyek sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) alias transaksi tol tanpa berhenti dipastikan terus berlanjut. Sempat tersendat masalah, kini proyek canggih tersebut sudah mulai masuk tahap pengujian.
Kabar gembira ini menjadi angin segar jelang persiapan mudik Lebaran 2026 nanti. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, meski sebelumnya sempat menemui kerikil tajam berupa kendala teknis dan nonteknis, proyek MLFF tetap on the track.
“MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua,” terang Dody di seperti dalam rilis Kementerian PU, Jakarta, Jumat (6/2).
Menurut Dody, penyelesaian kendala tol tanpa gerbang ini memang butuh waktu ekstra. Sebab, urusan ini tak hanya melibatkan internal kementerian, tapi juga lintas lembaga dan banyak pemangku kepentingan.
"Karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk merapikannya,” imbuh menteri ramah tersebut.Dody memastikan pengujian sistem akan terus dikebut.
Tahap ini krusial untuk mengukur kesiapan teknologi sebelum nantinya benar-benar diterapkan secara luas di berbagai ruas tol di Tanah Air.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian membeberkan progres teranyar. Kata dia, saat ini MLFF sudah masuk fase pra-uji coba.
Pemerintah telah sepakat dengan PT Roatex Indonesia Toll Sistem selaku mitra pelaksana terkait tahapan programnya. Mulai dari pra-uji coba, uji coba, hingga evaluasi akhir.“Memang sesuai harapan Bapak Menteri, kami akan melakukan uji coba kembali dengan sistem MLFF ini. Saat ini posisinya masih di tahap pra-uji coba,” beber Wilan.
Sejak beberapa hari terakhir, lanjut Wilan, timnya langsung tancap gas melakukan functional test. Tujuannya tak sekadar melihat mesin menyala, tapi memastikan sistem pintar ini sanggup melahap berbagai skenario transaksi yang disimulasikan.
Hasilnya pun cukup menggembirakan. “Sejauh ini sudah dicoba sebanyak 64 skenario, dan hasilnya seluruh skenario tersebut dapat dilaksanakan serta dinilai secara teknis,” tegasnya.
Jika semua skenario sudah klir, tahapan berikutnya adalah terjun langsung menguji sistem di lapangan. Lewat MLFF, kendaraan tak perlu lagi ngerem atau sekadar memperlambat laju di gardu tol.
Otomatis, antrean mengular yang kerap bikin pemudik senewen bisa dipangkas habis.Terkait penerapannya nanti, Wilan memastikan pemerintah tak akan pusing memikirkan pita peresmian.
Prinsipnya, infrastruktur yang mengutamakan manfaat masyarakat akan langsung digeber pemakaiannya.
“Kalau sudah berfungsi, langsung kita gunakan. Yang penting manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Editor : rekian