BLITAR, radarnganjuk.jawapos.com – Momentum akhir pekan dimanfaatkan keluarga besar Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, untuk pulang ke Bumi Bung Karno. Kemarin (29/3), rombongan petinggi PDI Perjuangan tersebut tampak khidmat berziarah di Makam Proklamator RI, Ir. Soekarno, di Bendogerit, Blitar.
Tak sekadar keluarga inti, kehadiran sosok Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di tengah rombongan menjadi pusat perhatian. Selain Megawati dan Pramono, hadir pula putra-putri sang fajar lainnya, yakni Guntur Soekarnoputra dan Sukmawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Nasib Dua Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz, Pemerintah ‘Lobi’ Iran
Rombongan tiba dengan pengawalan ketat dan langsung menuju pusara Bung Karno. Di sana, mereka melantunkan doa bersama serta melakukan prosesi tabur bunga. Suasana sakral begitu terasa di area cungkup makam saat keluarga besar trah Soekarno tersebut menundukkan kepala, mengenang jasa sang proklamator.
Dikonfirmasi melalui akun media sosial pribadinya, Pramono Anung mengaku bersyukur bisa ikut serta dalam agenda ziarah tersebut. Baginya, datang ke Blitar bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya "mencharge" semangat perjuangan.
Baca Juga: ASN WFH: Ini Kebijakan Khofifah untuk Pemprov Jatim, Enam Instansi Ini Wajib Ngantor
“Berkesempatan ziarah ke makam Bung Karno, mengenang perjuangan beliau dalam membangun bangsa,” tulis pria yang akrab disapa Mas Pram itu di akun Instagram miliknya.
Bagi Pramono, nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Bung Karno tetap relevan untuk diterapkan dalam memimpin daerah, termasuk dalam tugasnya menata ibu kota saat ini. Ia berharap spirit nasionalisme Bung Karno bisa menjadi kompas dalam setiap kebijakan yang diambil.
Baca Juga: Terseret Rekrutmen Perangkat di Kediri, Unisma Klaim hanya Urus Administrasi
“InsyaAllah nilai-nilai perjuangan beliau bisa terus hidup dan menjadi teladan kami dalam membangun Jakarta,” sambung mantan Sekretaris Kabinet tersebut.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini pun sempat menyedot perhatian warga sekitar dan peziarah lainnya. Meski berlangsung tertutup dan terbatas, banyak warga yang menyempatkan diri menunggu di luar area makam hanya untuk sekadar menyapa rombongan dari jauh.
Editor : rekian