radarnganjuk.jawapos.com – Menjelang pergantian bulan, masyarakat Nganjuk dan sekitarnya dihebohkan oleh beredarnya pesan berantai yang memprediksi kenaikan gila-gilaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebut bakal berlaku setelah 31 Maret 2026. Merespons kepanikan yang mulai muncul di tengah warga, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akhirnya angkat bicara.
Berdasarkan narasi yang beredar luas di masyarakat, isu kenaikan harga BBM tersebut dikaitkan dengan melambungnya harga minyak mentah dunia hingga menyentuh angka 100 Dolar AS per barel. Tak hanya itu, narasi tersebut juga membawa-bawa isu defisit APBN yang disebut-sebut sudah mendekati angka 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,1 Goyang Bumi Maluku Barat Daya, BMKG: Waspada Susulan!
Rincian proyeksi harga yang disebar cukup membuat warga ketar-ketir. Dalam kabar burung tersebut, BBM bersubsidi jenis Pertalite yang semula Rp 10.000 per liter diisukan bakal meroket menjadi Rp 14.000 per liter.
Kemudian, Bio Solar dari yang semula Rp 6.500 per liter disebut melonjak jadi Rp 9.500 per liter. Sementara untuk BBM Non-Subsidi, harga Pertamax diisukan bakal naik dari Rp 13.000 menjadi Rp 16.000 per liter.
Baca Juga: Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel di Lebanon Sebabkan Satu Prajurit Garuda Gugur
Terkait kabar miring yang meresahkan ini, Senior Supervisor CSR & SMEPP mewakili Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Cholishon Liwajhillah, langsung membantah keras keabsahan data tersebut.
Pihaknya menegaskan bahwa informasi prediksi kenaikan harga BBM yang kadung menyebar itu adalah kabar yang tidak jelas sumber asalnya.
Baca Juga: Markas Kontingen Indonesia di Lebanon Dihantam Artileri Israel, Satu Penjaga Perdamaian Gugur
"Informasi proyeksi atau prediksi kenaikan harga BBM yang beredar saat ini tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari kami mengenai harga per 1 April," tegas Cholishon saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).
Lebih lanjut, Cholishon meminta agar publik, khususnya masyarakat Nganjuk, dapat menyikapi informasi-informasi yang beredar di grup obrolan maupun media sosial dengan lebih bijak dan tidak mudah terpancing panic buying.
Baca Juga: Taspen Kediri Bantah Kenaikan Gaji dan Pensiun 2026 Sebesar 12 Persen
Ia menjelaskan, alur penetapan maupun penyesuaian harga BBM yang benar selalu diumumkan secara transparan melalui saluran resmi milik Pertamina, seperti website resmi MyPertamina maupun media sosial yang terverifikasi.
Sebagai penutup, Cholishon juga kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya efisiensi dalam penggunaan bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.
"Patra Niaga terus mendukung penuh imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," pungkasnya.
Editor : rekian