Kabupaten Nganjuk memiliki durian yang khas. Orang menyebutnya dengan nama Durian Sukun. Sayang, nama Durian Sukun kurang dikenal.
Sehingga, saat ini nama tersebut diganti menjadi Durian Sedudo. Sebab, Air Terjun Sedudo menjadi ikon wisata di Kabupaten Nganjuk.
Ada sebuah desa unik di Kecamatan Sawahan. Namanya Desa Duren. Nama tersebut diambil dari nama buah. Yaitu buah durian.
Nama tersebut diambil bukan tanpa sebab. Karena desa tersebut sangat terkenal dengan duriannya.
Pengunjung yang datang ke desa tersebut akan paham mengapa desa itu diberi nama Desa Duren. Di sepanjang jalan, banyak sekali pohon durian yang berada di desa tersebut.
Jumlahnya tidak hanya puluhan. Melainkan ratusan hingga ribuan.
“Dari zaman dahulu sudah ada ratusan pohon durian di desa ini,” terang Bambang Winarto, 58, salah satu pemilik kebun durian di desa tersebut.
Pria yang akrab disapa Win itu mengatakan, pohon durian sudah ditanam di desa tersebut sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Sehingga, banyak pohon durian dengan ukuran besar.
Sayang, Win juga tidak tahu mengapa lokasi itu banyak ditanami pohon durian di masa lalu.
Namun bukan hanya itu yang spesial di desa tersebut. Ada yang lainnya. Yaitu durian khas yang hanya ditemui di Desa Duren. Namanya adalah Durian Sukun.
Sayang, nama Durian Sukun kurang terkenal. Karena meski ukuran durian sebesar sukun tetapi wisatawan dan warga kurang begitu tertarik.
Sehingga, akhirnya nama Durian Sukun akhirnya diganti menjadi Durian Sedudo pada tahun 2025. Mengapa Sedudo? “Mungkin karena lokasinya yang berada di Kecamatan Sawahan, dekat dengan Air Terjung Sedudo,” jawab Win.
Durian Sedudo sebenarnya adalah durian lokal. Namun menurut orang yang pernah mencicipinya, durian tersebut memiliki rasa yang khas.
Tidak ada di durian dari daerah lain. Yaitu, perpaduan antara rasa manis, legit, hingga pahit. “Rasa Durian Sedudo itu tidak ada di durian lain,” tambahnya.
Durian itu juga yang membuat orang berbondong-bondong untuk ke desa durian. Bahkan, sebelum panen, orang-orang sudah memesan durian tersebut. Dengan tujuan agar tidak kehabisan saat panen tiba.
“Panen biasanya antara November hingga Februari. Tapi sebelum November pasti sudah dipesan,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani mengatakan, durian menjadi buah khas di beberapa kecamatan di Kabupaten Nganjuk.
Salah satunya seperti di Kecamatan Ngetos dan Sawahan. Namun Kecamatan Sawahan memiliki durian khas. Namanya adalah Durian Sedudo. “Durian Sedudo itu sudah dipatenkan menjadi durian khas Nganjuk,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira