NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari Raya Idul Fitri telah tiba. Salah satu aktivitas yang selalu dinanti adalah mudik atau pulang kampung.
Pulang ke kampung halaman adalah momen istimewa. Semua sanak keluarga berkumpul untuk saling bermafaan.
Saat berkumpul pula biasanya ada aktivitas lain yang tidak boleh terlewat. Yaitu kulineran.
Menikmati kuliner di kampung halaman adalah pilihan terbaik. Seraya bernostalgia dengan kuliner warisan leluhur di kampung asal.
Sama halnya seperti di Kota Angin. Para pemudik yang pulang kampung ke Nganjuk, selalu menyempatkan kulineran.
Salah satu favoritnya adalah Naso Becek. Olahan daging kambing ini selalu menggoda siapa saja untuk menikmatinya.
Sentra Nasi Becek yang ada di Jalan dr Soetomo, Kota Nganjuk selalu ramai setiap hari. Namun saat libur Lebaran, jumlah pembelinya naik drastis.
Rata-rata mereka adalah orang luar kota Nganjuk. Atau warga Nganjuk yang sedang pulang kampung.
Hal itu terlihat dari plat nomor kendaraan yang parkir di depannya. Kebanyakan dari luar daerah.
Seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, maupun daerah lain. Hanya beberapa saja yang asli Nganjuk.
Alasan mereka menikmat Nasi Becek tentu mudah dipahami. Kuliner ini hanya ada di Nganjuk.
Karena di daerah lain adalah gulai kambing. Sedangkan di Nganjuk adalah Nasi Becek.
Keduanya mirip, namun berbeda. Perbedaan mencolok terletak pada bumbu gulainya.
Pada Nasi Becek, bumbu gulai cenderung kuning dan penuh rempah-rempah. Saat menikmatinya, dicampur dengan sate kambing.
Yang bikin mantab, bumbu kacang dari sate tersebut dicampur menjadi satu dengan gulai. Sensasi gurih dan sedap tidak terbantah.
Ditambah empuknya sate dari daging kambing muda. Semakin nikmat dengan tambahan jeruk nipis dan irisan daun seledri di atasnya.
Perpaduan yang sempurna. Menjadikan makanan khas Nganjuk ini incaran pemudik saat Lebaran.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira