Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ternyata Begini Sejarah Nasi Kuning, Menu Favorit Sarapan Warga Nganjuk

Syahrul Andry Wahyudi • Kamis, 24 April 2025 | 22:15 WIB
Ternyata Begini Sejarah Nasi Kuning, Menu Favorit Sarapan Warga Nganjuk
Ternyata Begini Sejarah Nasi Kuning, Menu Favorit Sarapan Warga Nganjuk

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Nasi kuning merupakan salah satu hidangan khas Indonesia. Tidak hanya menggugah selera, tetapi juga kaya akan makna simbolis dan sejarah budaya.

Hidangan ini biasanya disajikan dalam acara-acara istimewa. Seperti acara tasyukuran, peringatan ulang tahun, peresmian gedung atau suatu tempat usaha, hingga pernikahan.

Masakan ini bisa dinikmati sepanjang waktu, mulai pagi hingga malam hari. Bahkan menjadi salah satu menu favorit sarapan warga Nganjuk.

Namun tahukah Anda, ternyata di balik warnanya yang mencolok dan aromanya yang khas, nasi kuning menyimpan cerita panjang tentang tradisi dan kearifan lokal. Berikut sejarahnya.

Nasi kuning dipercaya berasal dari budaya masyarakat Jawa. Kemudian tersebar luas di berbagai daerah Indonesia, seperti Bali, Lombok, Manado, hingga Kalimantan. 

Warna kuning pada nasi ini berasal dari kunyit. Yang secara simbolis melambangkan emas dan kemakmuran. 

Dalam kepercayaan masyarakat tradisional, menyajikan nasi kuning adalah bentuk doa. Dengan harapan agar hidup penuh dengan kebahagiaan, kemuliaan, dan rezeki yang melimpah.

Nasi kuning juga diyakini mendapat pengaruh dari budaya Hindu yang dahulu berkembang di Nusantara. Dalam upacara-upacara Hindu, warna kuning merupakan lambang kesucian dan penghormatan terhadap dewa-dewi. 

Ketika Islam mulai berkembang di Indonesia, nasi kuning tetap dipertahankan sebagai simbol syukur. Tetapi dikemas dalam konteks budaya yang lebih Islami, seperti pada perayaan Maulid Nabi atau khataman Al-Qur’an.

Meskipun dasar dari nasi kuning serupa, yakni nasi yang dimasak dengan santan dan kunyit, namun di setiap daerah memiliki cara penyajian yang berbeda. Salah satu contohnya yaitu di Jawa.

Nasi kuning di Jawa sering disajikan dalam bentuk tumpeng atau gunungan nasi yang dikelilingi lauk pauk. Seperti ayam goreng, telur balado, perkedel, dan sambal goreng ati. 

Baca Juga: Mengenal Kimbap, Makanan Favorit K-Popers dan Gen Z Nganjuk

Sedangkan di Manado, nasi kuning biasanya dilengkapi dengan sambal roa dan abon ikan cakalang. Hal ini mencerminkan kekayaan laut daerah tersebut.

Pada era modern saat ini, nasi kuning tetap menjadi menu favorit masyarakat Indonesia. Bahkan hadir dalam berbagai bentuk kekinian, seperti nasi kuning bento, nasi kuning cetak, hingga versi praktis dalam kotak nasi. 

Meski tampilannya bisa berubah, nilai-nilai tradisi dan makna simbolis di balik hidangan ini tetap dijaga.

Editor : Elna Malika
#masakan indonesia #warga nganjuk #nasi kuning #makanan favorit #sejarah