NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Antrean panjang selalu terjadi setiap malam di Sego Sambel Mak Yeye, Wonokromo, Kota Surabaya.
Karena kuliner malam hari ini tidak hanya jadi andalan kuliner warga Surabaya tetapi warga luar kota. Termasuk, warga Kabupaten Nganjuk yang sedang berada di Surabaya.
Mereka akan berburu kuliner malam ini. Karena sego sambel ini sudah ada sejak lama hingga saat ini masih eksis menyediakan makanan sensasi pedas di Kota Surabaya.
“Penasaran saat lihat antrean panjang dua baris di jalan. Jadi, nyoba,” ujar Yanuarita, 41, warga Kabupaten Nganjuk saat antre di Sego Sambel Mak Yeye.
Setelah antre sekitar 10 menit, Yanuarita bersama suami dan anaknya akhirnya mendapat giliran. Mereka bisa menikmati menu Sego Sambel Mak Yeye.
Lengkap dengan iwak pe, tempe, dan telur dadar plus sambel pedasnya. “Pedasnya mantap. Tempe, iwak pe, dan telur dadanya jos,” ujarnya.
Yang lebih istimewa adalah harganya. Karena untuk satu porsi makan dan minum plus kerupuk, uang Rp 25 ribu sudah cukup. “Makan tiga porsi dengan satu porsi iwak pe dobel plus minum hanya Rp 69 ribu,” ujarnya.
Konon sejarah Sego Sambel Mak Yeye telah berdiri sejak tahun 1982. Nama Mak Yeye adalah nama panggilan dari penemunya yaitu Ibu Supiani.
Saat awal mula merintis, ternyata sego sambel ini hanya menyediakan lauk berupa kotokan iwak pe.
Kotokan adalah salah satu olahan makanan yang terbuat dari santan kental dengan aneka bumbu rempah yang kuat sehingga cita rasa yang dihasilkan rasanya gurih dan pedas.
Sementara Iwak Pe adalah istilah dari bahasa Jawa yang merupakan ikan pari.
Sayangnya menu tersebut tidak banyak disukai oleh orang-orang sehingga penjualannya tidak terlalu laris.
Dikarenakan kotokan Pe terbuat dari santan sehingga cepat basi dan tidak layak untuk disimpan terlalu lama. Dengan demikian kotokan Pe sering dibagikan ke tukang becak sekitarnya.
Uniknya, Supiani bukan membagikan kotokan Pe kepada tukang becak. Dia malah membagikan kelebihan lauknya namun dikemas seperti makanan penyetan.
Tanpa dipikirkan sebelumnya, ternyata penyetan itu disukai oleh banyak orang. Mulai saat itu sejarah sego sambel Mak Yeye dimulai dengan menu barunya yaitu penyetan Iwak Pe.
Sambelan Mak Yeye awalnya berlokasi di dalam Pasar Wonokromo pada tahun 1980an.
Sayangnya pada tahun 1990-an pasar wonokromo mengalami kebakaran sehingga sego sambel ini memutuskan untuk pindah lokasi.
Lokasi Sego Sambel Mak Yeye hingga saat ini berada di pinggir Jalan Jagir No. 12, Wonokromo Wetan. Lokai tersebut persis berada di sebelah utara Gedung Darmo Trade Center (DTC).
Sego sambel ini buka di tempat yang sederhana namun tidak pernah sepi pengunjung. Mereka pun rela antri untuk mendapatkan seporsi makanan ini.
Jam buka sego sambel Mak Yeye mulai pukul 16.00 WIB-habis. Warung sego sambel legendaris Surabaya ini buka di malam hari bertujuan untuk menjaga kualitas lauk andalannya yaitu Iwak Pe.
Ikan pari harus didapatkan saat keadaan masih segar. Setelah mendapatkannya, dia dan karyawan sego sambel ini langsung mengolah iwak pe agar tidak bau pesing.
Lauk di Sego Sambel Mak Yeye cukup banyak dan semuanya dijamin lezat tiada tara.
Menu makanan sego sambel ini di antaranya iwak pe, lele, telur goreng, dan tempe.
Semua lauk di sego sambel Mak Yeye dapat Anda pilih sesuai keinginan Anda.
Setiap satu porsi sego sambel di Mak Yeye yaitu diisi oleh lauk pilihan Anda, nasi yang pulen, tempe, dan sambal yang bisa minta tingkat kepedasan. Bisa pedas manis atau pedas sekali. (tyo)
Editor : Elna Malika