Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

6 Wisata Sejarah di Nganjuk yang Wajib Dikunjungi, Cocok untuk Liburan Edukatif dan Pelestarian Budaya!

Diana Yunita Sari • Kamis, 19 Juni 2025 | 22:00 WIB
6 wisata sejarah yang ada di Nganjuk (foto: tripadvisor)
6 wisata sejarah yang ada di Nganjuk (foto: tripadvisor)

Jika kamu bosan dengan objek wisata yang itu-itu saja, kamu dapat mulai mencoba mendatangi objek wisata bernuansa sejarah. Selain dapat menambah wawasan dan pengetahuan, mengunjungi wisata sejarah juga menjadi media pelestarian budaya lokal.

Nganjuk memiliki beberapa tempat nuansa sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Beberapa di antaranya seperti Candi Lor, Makam Kanjeng Djimat, Candi Ngetos, dan Monumen Gerilya Jenderal Sudirman. Berikut adalah objek wisata sejarah di Nganjuk yang bisa kamu kunjungi.

1. Candi Lor

Candi Lor adalah sebuuah bangunan candi yang terbuat dari tumpukan bata merah. Candi ini diyakini sebagai bangunan cikal bakal berdirinya Kabupaten Nganjuk. Lokasinya terletak di sebelah selatan Kota Nganjuk, tepatnya di Jl. Panglima Sudirman, Candirejo, Kec. Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Candi ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati nuansa sejarah jaman dulu. Di sana juga sudah dilengkapi dengan mushola, toilet dan tempat parkir sehingga memudahkan pengunjung.

2. Candi Ngetos

Candi Ngetos terletak di Desa Ngetos, yaitu sekitar 17 km dari pusat kota Nganjuk. Tepatnya di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Menurut sumber sejarah dan tradisi lokal, candi ini adalah situs bersejarah yang telah ada sejak zaman Majapahit yang juga merupakan tempat pendharmaan Raja Hayam Wuruk.

Candi Ngetos sekarang berstatus Cagar Budaya Nasional dan objek wisata sejarah di kabupaten Nganjuk. Bagi kamu yang menyukai sejarah sangat cocok untuk datang ke tempat ini untuk melihat langsung peninggalan Kerajaan Majapahit.

3. Makam Kanjeng Djimat

KRT Sosrokoesoemo atau lebih dikenal dengan nama Kanjeng Jimat adalah seorang utusan dari Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang bertugas untuk menyebarkan agama Islam di daerah Berbek Nganjuk yang saat itu didominasi agama Hindhu-Budha, setelah itu ia diangkat menajdi Bupati pertama Nganjuk.

Tempat ini juga merupakan tempat peristirahatan terakhir Kanjeng Jimat dan menjadi simbol sejarah serta spiritualitas bagi masyarakat setempat. Makam ini berlokasi di Gerekan, Kacangan, Kec. Berbek, Kabupaten Nganjuk,

4. Monumen Gerilya Jenderal Sudirman

Monumen Jenderal Soedirman adalah tugu yang dibangun untuk menghormati jasa Panglima Besar Soedirman saat melakukan perng gerilya untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Monumen ini terletak di Desa Bajulan, dekat dengan Monumen Dr. Soetomo. Mengunjungi monumen ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan serta memupuk jiwa menghormati jasa pahlawan.

5. Masjid Al-Mubaarok

Masjid ini adalah masjid tertua di Nganjuk yang sudah berdiri sejak tahun 1745. Masjid iini berlokasi di dekat Makam Kanjeng Djimat tepatnya di Desa Ngrawan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Dibangun oleh Kiai Kanjeng Jimat saat bertugas menyebarkan agama islam, menjadikan masjid ini sebagai pusat spiritualitas yang sarat nilai sejarah. 

Baca Juga: 6 Cafe Instagramable di Nganjuk yang Cocok untuk Nongkrong dan WFC, Wajib Didatangi!

6. Prasasti Anjuk Ladang

Meskipun bukan tempat fisik yang dapat dikunjungi, prasasti Anjuk Ladang memiliki sejarah penting karena dari prasasti inilah nama Nganjuk berasal. Dalam sejarahnya, prasasti bat ini dibuat oleh Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram pada abad ke-10

Selain tempat-tempat di atas, Nganjuk juga memiliki potensi situs-situs bersejarah lainnya yang tersebar di berbagai wilayah, seperti di sekitar sungai Brantas, lereng gunung Kendeng, dan lainnya. 

Editor : Jauhar Yohanis
#wisata sejarah #makam kanjeng jimat #Candi Ngetos #Candi Lor Nganjuk #nganjuk #radar nganjuk #Monumen Jenderal Sudirman