NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabupaten Nganjuk memiliki sebuah waduk yang sangat terkenal. Yaitu WadukMbaduk di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom.
Waduk itu menjelma sebagai magnet wisata yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga lidah. Kawasan ini bukan sekadar bendungan biasa, melainkan pusat kuliner ikan air tawar yang menggugah selera dan sarat makna budaya.
Waduk Mbaduk, atau lebih dikenal sebagai Dam Mbaduk, telah lama menjadi jantungan ekonomi warga sekitar. Pasar Ikan Mbaduk yang berdiri sejak 2004 kini dikenal sebagai surga kuliner.
Beragam hidangan ikan segar, mulai dari wader, lele, udang, hingga belut bakar, tersaji di puluhan warung yang berjejer di tepi waduk. Suasana makan di pinggir kali dengan pemandangan air yang tenang menambah sensasi syahdu, seolah waktu berjalan lebih pelan di sini.
Salah satu daya tarik utama adalah tradisi Larung Sesaji Ruwatan Pasar Ikan Mbaduk yang digelar setiap tahun. Ritual ini bukan hanya wujud syukur atas limpahan rezeki, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya.
Perahu-perahu kecil yang dihias membawa sesaji meluncur di permukaan waduk, diiringi doa dan harapan agar pasar tetap ramai dan berkah. Tradisi ini pula yang diharapkan mampu menggaet lebih banyak wisatawan, menjadikan Mbaduk sebagai destinasi unggulan Nganjuk.
Keberadaan Waduk Mbaduk juga memberi dampak besar bagi sektor UMKM. Warung-warung kuliner seperti Warung Rahayu tak pernah sepi pengunjung, terutama saat akhir pekan.
Menu andalan seperti belut bakar dengan tekstur lembut dan cita rasa khas menjadi incaran pelancong. Tak heran, banyak pengunjung yang rela datang dari luar kota hanya untuk menikmati kuliner autentik ini. (wib)
Editor : Miko