JP Radar Nganjuk -Bagi kamu yang lahir di tahun 90-an, nama Es Serut pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Minuman segar berbahan dasar es batu yang diserut halus lalu disiram dengan sirup warna-warni ini dulu selalu jadi rebutan saat jam istirahat sekolah. Kini, di tengah menjamurnya minuman kekinian, Es Serut justru kembali jadi primadona. Pelakunya adalah seorang penjual keliling asal Kediri bernama Suwandi.
Es Serut Rp 2 Ribu Ludes dalam Sekejap
Suwandi, pria berusia 63 tahun asal Desa Banjarejo, Kecamatan Plemahan, sudah satu tahun terakhir ini menjajakan es serut keliling dengan motor. Uniknya, di bagian belakang motor terdapat gerobak kecil lengkap dengan alat penyerut es, botol sirup, hingga gelas-gelas plastik mungil yang siap diisi topping mutiara warna-warni.
“Ini ada dua jenis sirup, bluberi dan strawberi,” ujar Suwandi saat diwawancarai.
Tak heran jika dagangannya laris manis. Hanya dalam satu hari, ia bisa menjual antara 80 hingga 100 gelas es serut di area sekolah dan tempat mengaji. Harga per gelas? Cuma Rp 2.000 saja!
Dengan harga segitu, anak-anak sekolah pun bisa menikmati sensasi segar manis yang murah meriah, bahkan sering sampai ketagihan. Tak cuma anak-anak, para orang tua pun tak mau ketinggalan nostalgia.
Langganan Anak Sekolah dan Tempat Mengaji
Suwandi punya strategi jualan yang jitu. Ia mulai keliling sekolah-sekolah di Kecamatan Plemahan mulai pukul 09.00 WIB, tepat saat jam istirahat siswa dimulai. Sorenya, ia melanjutkan jualan ke tempat-tempat mengaji yang ramai oleh anak-anak.
"Untuk rasa-rasa sirup selalu saya ganti biar anak-anak nggak bosan," tutur Suwandi.
Kreativitas ini membuat es serutnya terus diminati. Meski sederhana, perhatian terhadap variasi rasa dan harga yang super ramah kantong menjadikan es serut dagangan Suwandi sebagai minuman legendaris yang tak lekang oleh zaman.
Debut di Wisata Candi Tegowangi, Langsung Ludes
Pada 31 Juni lalu, Suwandi mencoba peruntungan berjualan di area Wisata Candi Tegowangi, tepat saat ada pertunjukan kesenian jaranan. Belum genap satu jam berjualan, dagangannya langsung habis diborong pembeli.
Salah satunya adalah Nurul, warga Kecamatan Pagu. Ia memborong hingga enam bungkus es serut karena ingin menikmati bersama keluarganya.
"Panas-panas kayak gini paling enak minum es serut," kata Nurul sambil tertawa.
Tak hanya karena rasa, Nurul mengaku membeli es serut ini karena kenangan masa kecilnya. Ia ingat betul saat duduk di bangku sekolah dasar, es serut dijual dalam bentuk seperti topi dan dimakan dengan sendok kecil dari bambu.
"Saya makan sama anak-anak biar mereka juga tahu es jadul kayak gini," tambahnya dengan senyum.
Es Serut: Warisan Minuman Jadul yang Masih Dicinta
Kisah Suwandi membuktikan bahwa minuman tradisional seperti es serut masih punya tempat spesial di hati masyarakat. Di tengah banyaknya minuman instan dan kekinian, es serut hadir bukan hanya sebagai pelepas dahaga, tapi juga pengantar memori masa kecil yang manis.
Dengan harga cuma Rp 2 ribu, segelas es serut bukan sekadar minuman — tapi juga tiket nostalgia ke masa-masa sekolah yang penuh keceriaan. Jadi, kalau kamu sedang main ke Kediri atau Candi Tegowangi, jangan lewatkan kesempatan mencoba es serut legendaris buatan Pak Suwandi ini.
Siapa tahu, kamu juga ikut ketagihan!
Editor : Jauhar Yohanis