JP Radar Nganjuk - Bagi yang memiliki kesabaran yang lebih. Jangan lupa mencoba kuliner bebek satu ini saat berkunjung di Surabaya. Namanya Bebek Papin. Kenapa harus bersabar, sebab untuk menikamati bebek goreng ini harus rela antri tempat duduk terlebih dahulu. "Kalau beli bebek di sini harus cari kursi dulu," terang Ade salah satu pembeli Bebek Papin.
Baca Juga: Viral! Pentol Pak Dedy Kediri Diserbu Pembeli Setiap Hari, Ada Gajih Gratis Bikin Nagih
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Ade menjelaskan bahwa Bebek Papin yang berada di Jalan Pecindilan, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya adalah salah satu bebek goreng terenak di Surabaya. Lokasi tepat jualan bebek ini berada di sebelum lampu merah menuju arah Petra Kalianyar. Meski hanya berjualan di tenda, namun di google review mendapatkan bintang 4,6. "Bebek disini terkenal empuk, dan bumbunya yang meresap," imbuhnya.
Dari keterangan yang didapatkan, bahwa Bebek Papin sudah ada sejak tahun 1990. Selain karena daging bebeknya yang empuk dengan bumbu yang meresap. Bebek goreng ini terkenal karena bumbu kuning yang diracik ala masakan madura.
Untuk harga bebek papin sangat beragam. Dimana bebek ini terdapat pilihan paha dan dada. Satu paket nasi dan bebek mulai harga Rp 23 hingga Rp 35 ribu. Sedangkan untuk bebek saja baik paha atau dada harga mulai Rp 16 ribu hingga Rp 30 ribu. "Selain itu disini bisa pesan usus, rempela hati, brutu, ceker, dan kepala," ungkap laki-laki berusia 36 tahun ini.
Harga usus kepang Rp 12 ribu, satu porsi berisikan 10 usus. Usus kering Rp 5 ribu, satu porsi berisikan 10 usus. Brutu Rp 10 ribu, satu porsi bersikan 10 brutu. Ceker Rp 8 ribu, per porsi berisikan 15 ceker, dan kepala bebek Rp 5 ribu. "Paling enak ceker bebeknya," kata Ade.
Bebek Goreng Papin ini mulai buka pukul 17.00 hingga 21.30 WIB. Meski menu utama adalah bebek, disini juga menyediakan ayam goreng. Untuk ayam goreng paha/dada satu paket dengan nasi per porsinya Rp 20 ribu. Ceker ayam satu porsi Rp 8 ribu, isinya 15 ceker. Dan untuk kepala Rp 2000 ribu.
Editor : Jauhar Yohanis