JP Radar Nganjuk- Meksi sederhana dan harganya terjangkau. Warung pinggir sungai di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini selalu ramai oleh pengunjung. Tidak heran jika dalam satu hari bisa menghabiskan ikan wader sebanyak 10 kilogram. "Alhamdulillah ramai terus," terang Sugiyarti pemilik Warung Wader Pak Pi'i.
Baca Juga: Chili Oilnya Bikin Nagih! Basreng Ala King Abdi
Seperti namanya Warung Wader Pak Pi'i yang dikelola oleh Sugiyarti ini menunya adalah wader goreng. Dalam satu porsi terdapat nasi putih, wader yang digoreng krispi, sambal terasi, dan lalapan. Untuk satu porsi nasi wader ini dibandrol dengan harga Rp 8 ribu. "Orang-orang paling suka dengan sambalnya katanya pedasnya nampol," imbuhnya.
Selain paket nasi dan ikan wader goreng. Pembeli juga bisa memilih wader goreng saja. Untuk wader goreng tanpa nasi harganya Rp 15 ribu.
Baca Juga: Kriuknya Bikin Nagih ! Pisang Keju 37 Yang Selalu Dicari Warga Kediri
Meksi terdapat banyak pilihan menu pendamping. Ikan wader goreng ini memang menjadi idola. Tidak heran jika pegawai Sugiyarti tidak hentinya menggoreng ikan wader. "Untuk ikan wader ini saya membeli dari wilayah Tulungagung," kata Sugiyarti.
Ikan berukuran kecil digoreng dengan krispi ini sangat nikmat dimakan bersamaan dengan nasi dan sambal. Lalapan timun dan kemangi, serta kerupuk kuning ini menjadi pelengkapnya.
Baca Juga: Siomay Legendaris di Depan Kompleks SDN Banjaran
Warung Wader Pak Pi'i ini mulai buka pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Jika hari biasa pengunjung mulai ramai ketika jam makan siang. Sedangkan ketika akhir pekan atau tanggal merah warung ramai sejak pagi hari.
Selain menyediakan ikan wader goreng. Disana juga terdapat menu olahan botok rengkek, botok kuthuk, botok patin, botok wader, botok lele, dan botok jamur. Harga botok ini mulai Rp 5 ribu hingga Rp 12 ribu. "Yang tidak mau wader goreng, ada pilihan lele dan telur goreng," terang ibu dari tiga anak ini.
Karena begitu ramai, pengunjungnya tidak hanya dari wilayah Kabupaten Kediri. Namun juga hingga luar kota. Bahkan ada juga food flogger dari ibu kota.
Editor : Jauhar Yohanis