Yogyakarta adalah kota yang selalu lekat dengan tradisi, budaya, dan kuliner khas. Setiap sudutnya seolah menyimpan cerita yang tidak pernah habis untuk ditelusuri. Salah satu kuliner tradisional yang hingga kini masih menjadi favorit banyak orang adalah jenang. Di antara berbagai tempat yang menjual jenang di kota ini, Jenang Gempol Mangkubumi hadir sebagai salah satu pilihan paling populer dan sayang untuk dilewatkan.
Mengapa jenang ini begitu istimewa? Jawabannya sederhana rasanya enak, gurih, harganya terjangkau, dan lokasinya sangat strategis. Bahkan, akun instagram @jogjaku menegaskan bahwa jika ke Jogja, minimal sekali dalam hidup Anda perlu mencoba Jenang Gempol Mangkubumi. Ungkapan itu bukan tanpa alasan, karena kuliner ini menawarkan pengalaman sarapan yang sederhana namun benar-benar memuaskan.
Warung kecil yang terletak di Jl. Mangkubumi, sekitar 500 meter dari Stasiun Yogyakarta dan kawasan Malioboro, ini sudah lama menjadi incaran wisatawan maupun warga lokal. Dengan beralaskan pincuk daun pisang, penjual menyajikan jenang lengkap berisi berbagai varian rasa yang membuat lidah tak berhenti bergoyang.
Baca Juga: Rekomendasi Warung Gudeg di Nganjuk, Obat Kangen Kulineran Khas Jogja
Dalam satu porsi, pembeli bisa menikmati lima jenis jenang sekaligus, yakni jenang candil, jenang gula merah, jenang mutiara, jenang wajik ketan hitam, dan jenang sumsum. Tekstur yang lembut dipadu rasa manis gurih membuat kuliner ini begitu khas dan sulit dilupakan. Apalagi, aroma wangi daun pisang yang menjadi alas pincuk menambah sensasi tradisional yang jarang ditemui di jajanan modern.
Keistimewaan lain dari Jenang Gempol Mangkubumi adalah jam bukanya yang terbatas. Warung ini hanya buka pagi hari, tepatnya mulai pukul 05.30 hingga sekitar 10.00 siang. Setelah jam tersebut, biasanya persediaan sudah habis karena tingginya minat pembeli.
Hal ini membuat jenang gempol di Mangkubumi terasa lebih eksklusif. Tidak sembarang waktu orang bisa menikmatinya, sehingga yang ingin mencicipi harus benar-benar menyempatkan diri datang pagi-pagi. Justru di sinilah letak keunikan pengalaman kuliner ini. Sarapan dengan jenang gempol hangat di suasana pagi Yogyakarta tentu menghadirkan kesan yang berbeda dibandingkan dengan sekadar menikmati makanan biasa.
Baca Juga: Rekomendasi Tujuh Wisata di Jogja yang Bikin Kamu Susah Move On
Salah satu daya tarik utama dari Jenang Gempol Mangkubumi adalah harganya. Dengan hanya Rp7.000 per porsi, pembeli sudah mendapatkan sajian jenang yang lengkap. Harga ini jelas sangat terjangkau, apalagi untuk kuliner yang berada di kawasan strategis dekat Malioboro.
Murah bukan berarti murahan. Menurut ulasan dari Jogjaku, satu porsi jenang gempol di sini dijamin enak dan gurih pol. Rasanya benar-benar pas di lidah, membuat siapa pun yang mencoba ingin kembali lagi. Perpaduan gurih dan legitnya jenang menjadikan sajian ini bukan hanya sekadar pengganjal perut, tetapi juga pengalaman rasa yang membekas.
Baca Juga: Tidak Jauh dari Jogja, Klaten Dikenal Surganya Mata Air yang Cocok untuk Wisata
Bagi wisatawan, mencicipi jenang gempol di sini adalah cara sederhana namun bermakna untuk merasakan denyut nadi kuliner kota. Sedangkan bagi warga lokal, keberadaan warung ini adalah pengingat bahwa cita rasa tradisi selalu punya tempat di hati.
Jadi, jika Anda berkesempatan mengunjungi Yogyakarta, jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir ke Jalan Mangkubumi. Datanglah pagi-pagi, pesan seporsi jenang gempol seharga Rp7.000, dan rasakan sendiri kehangatan sarapan tradisional yang enak dan gurih pol ini. Sederhana, murah, namun meninggalkan kesan yang tak mudah dilupakan.
Penulis: Annisa Aulia Mujiono-Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis