JP RADAR NGANJUK-Istana Basa Pagaruyung, atau yang dikenal juga sebagai Istano Basa Pagaruyuang, merupakan replika megah dari istana Kerajaan Pagaruyung yang berdiri di Kecamatan Tanjung Emas, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini bukan hanya monumen arsitektur, tetapi juga simbol kebanggaan budaya kaum Minangkabau.
Sejarah Singkat
Aslinya dibangun pada abad ke-17, istana ini telah beberapa kali terbakar—pertama pada 1804 akibat perang Padri, kemudian pada 1966, dan kembali pada 2007 akibat sambaran petir. Semangat pelestarian budaya membuat pemerintah membangunnya kembali, dengan fase terbaru selesai dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013. Pembuatan ulang ini menelan biaya sekitar Rp20 miliar.
Arsitektur dan Koleksi
Bangunan istana mengusung gaya Rumah Gadang khas Minangkabau dalam skala besar—memiliki tiga lantai, terbentang di atas 72 tiang dengan atap "gonjong" khas (seperti tanduk kerbau) yang terbuat dari 26 ton serat ijuk. Istana ini juga menampilkan lebih dari 100 replika furnitur dan artefak antik Minangkabau sebagai bagian dari fungsi museum.
Informasi Praktis Aksesibilitas
Lokasi Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumatera Barat.
Akses Sekitar 2–3 jam dari Padang sekitar 1 jam dari Bukittinggi. Jam Buka Umumnya pukul 08.00 – 17.30 WIB
Harga Tiket Sekitar Rp15.000 untuk wisatawan domestik; tarif lain berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000 tergantung kategori pengunjung dan sumbernya.
Parkir & Sewa Adat Parkir mulai dari Rp3.000 (motor) hingga Rp10.000 (mobil), dan sewa pakaian adat mulai dari sekitar Rp30.000–35.000.
Penulis : Shafura Maulida Abdillah_Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro.
Editor : Jauhar Yohanis