JP RADAR NGANJUK-Kota Batu di Jawa Timur selalu punya cara memikat wisatawan. Salah satu destinasi yang tak pernah sepi pengunjung adalah Batu Secret Zoo di kawasan Jatim Park 2. Berbeda dari kebun binatang konvensional, Batu Secret Zoo hadir dengan konsep modern yang memadukan rekreasi, edukasi, dan hiburan dalam satu lokasi.
Kebun Binatang Modern dengan Koleksi Satwa Lengkap
Jatim Park 2, yang dikenal dengan Batu Secret Zoo, berlokasi di Jl. Oro-Oro Ombo No. 9, Temas, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65316, Indonesia. Tempat ini mudah dijangkau dari pusat Kota Batu maupun Malang, sekitar 20 km dari Malang dan 90 menit dari Surabaya. Lokasinya juga berdekatan dengan objek wisata lain seperti Museum Satwa, Eco Green Park, dan Batu Night Spectacular (BNS), menjadikannya pilihan tepat untuk liburan keluarga yang menyenangkan dan edukatif
Batu Secret Zoo menempati lahan sekitar 14 hektare (Jatim Park Official), menjadikannya salah satu kebun binatang terluas di Indonesia. Koleksi satwanya berasal dari berbagai belahan dunia, mulai dari satwa endemik Indonesia seperti orangutan, harimau sumatra, dan komodo, hingga satwa eksotis internasional seperti singa putih, lemur Madagaskar, flamingo, dan raccoon.
Salah satu satwa lemur yang ada di Batu Secret Zoo berasal dari Madagaskar, dan 90% spesiesnya tidak bisa ditemukan di tempat lain di dunia. Melihatnya langsung tentu jadi pengalaman berharga!
Zona Tematik yang Unik dan Edukatif
Tidak hanya sekadar deretan kandang, Batu Secret Zoo dibagi menjadi zona tematik yang dirancang interaktif. Beberapa di antaranya:
- Savannah – lorong kaca panjang yang membawa pengunjung seolah berjalan di tengah padang rumput Afrika, ditemani zebra, singa, dan jerapah.
- Reptile Garden – menampilkan koleksi ular, kadal, dan buaya dengan habitat yang dibuat menyerupai lingkungan asli.
- Aquarium – memperlihatkan pesona dunia bawah laut, mulai dari ikan hias tropis berwarna-warni hingga predator air.
- Baby Zoo – zona favorit keluarga, di mana anak-anak bisa memberi makan dan berinteraksi dengan hewan jinak seperti kelinci atau burung.
- Nocturnal House – menyuguhkan aktivitas hewan malam seperti kelelawar, musang, hingga burung hantu.
Uniknya, setiap zona bukan hanya untuk rekreasi, tapi juga dilengkapi dengan informasi edukatif yang mudah dipahami. Anak-anak bisa belajar sambil bermain, orang dewasa bisa menambah pengetahuan sambil berkeliling.
Lebih dari Sekadar Melihat Satwa
Salah satu daya tarik terbesar Batu Secret Zoo adalah adanya wahana hiburan tambahan. Di River Adventure, misalnya, pengunjung bisa naik perahu sambil menyusuri jalur berliku yang melewati kandang satwa. Ada juga Fantasy Land, taman bermain air dengan wahana seru yang membuat anak-anak betah berlama-lama (Jatim Park Official).
Selain itu, banyak sudut di dalam area zoo yang didesain artistik dan penuh warna. Inilah yang membuat tempat ini juga populer sebagai spot foto Instagramable. Jadi, selain wisata edukasi, Batu Secret Zoo juga cocok untuk berburu konten media sosial.
Untuk bisa menikmati keseruan di Batu Secret Zoo, pengunjung perlu menyiapkan tiket masuk dengan harga Rp125.000–140.000 pada hari kerja, dan Rp150.000–170.000 saat akhir pekan. Harga tiket ini sudah termasuk akses ke Museum Satwa serta Sweet Memories Selfie yang berada dalam satu kawasan wisata. Adapun jam operasionalnya berlangsung setiap hari pukul 08.30–16.30 WIB, dengan ketentuan loket masuk akan ditutup satu jam sebelum waktu tutup resmi (Jatim Park Official).
Bukan sekadar tempat hiburan,kehadiran papan informasi interaktif, zona konservasi, hingga kesempatan berinteraksi dengan hewan, membuat pengunjung terutama anak-anak bisa lebih peduli pada kelestarian satwa. Inilah yang membuat Batu Secret Zoo berbeda: menawarkan liburan yang menyenangkan sekaligus sarat makna
Batu Secret Zoo di Jatim Park 2 adalah destinasi wajib saat ke Kota Batu. Koleksi satwa lengkap, zona tematik unik, wahana seru, spot foto cantik, hingga nilai edukasi yang tinggi menjadikannya pilihan wisata keluarga yang tak terlupakan.
Penulis: Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa Magang UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis