JP RADAR NGANJUK-Kota Batu dikenal sebagai “Swiss kecil di Jawa Timur” karena udara sejuk dan lanskap pegunungannya. Namun, selain wisata alam seperti Jatim Park, Selecta, dan Museum Angkut, Batu juga punya magnet lain di malam hari: Pasar Laron.
Terletak tepat di kawasan Alun-alun Kota Batu, pasar ini hidup mulai sore hingga larut malam. Dari kejauhan, cahaya lampu-lampu dan aroma makanan sudah memanggil pengunjung. Nama “Laron” dipilih karena pengunjung yang datang berbondong-bondong di malam hari menyerupai laron yang tertarik cahaya.
Dari PKL ke Destinasi Kuliner Ternama
Awalnya, pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Batu berjualan secara acak di trotoar hingga badan jalan. Hal ini menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan. Untuk menata kota, pemerintah kemudian merelokasi para PKL ke sebuah kawasan khusus yang kini dikenal sebagai Pasar Laron.
Langkah ini terbukti sukses. Tidak hanya menciptakan ruang kota yang lebih tertib, tetapi juga melahirkan ikon kuliner malam yang kini diburu wisatawan. Menurut laporan Radar Batu (Jawa Pos Group), pasar ini telah menjadi pusat ngabuburit, nongkrong, dan kuliner malam yang ramai, terutama di akhir pekan dan musim liburan.
Ragam Kuliner: Dari Tradisional hingga Kekinian
Salah satu daya tarik utama Pasar Laron adalah keragaman kulinernya. Lebih dari 100 pedagang menawarkan jajanan mulai dari makanan tradisional khas Jawa Timur hingga makanan modern yang digemari anak muda.
Beberapa menu favorit di antaranya:
- Sempol Ayam & Cilok Bakar – jajanan khas Malang Raya yang selalu laris.
- Sate Gurita – kuliner unik yang jarang ditemui di tempat lain.
- Bakso Bakar – inovasi kuliner khas Malang, disajikan dengan saus pedas manis.
- Seafood dan Lok-lok – gaya street food ala Thailand dan Malaysia.
- Es Jumbo & Susu Segar – minuman menyegarkan untuk menutup malam.
- Kue Lumpur Kentang – Kue ini punya tekstur lembut, manis legit dengan aroma vanila dan santan.
- Pos Ketan Legenda – ketan hangat yang dipadukan dengan berbagai topping.
- Berbagai makanan berat – Nasi goreng, mie goreng, soto, dan aneka lalapan.
Dan masih banyak lagi ragam makanan di Pasar Laron ini dari pedas hingga manis, dingin dan panas.
Suasana Malam yang Selalu Hidup
Pasar Laron tidak hanya soal makanan, tetapi juga soal suasana. Terletak di sisi selatan Alun-alun Batu, pengunjung bisa menikmati kuliner sambil menyaksikan keramaian di sekitar alun-alun.
Menurut Selingkar Wilis, daya tarik Pasar Laron membuatnya “tak tergantikan” meski Kota Batu menawarkan banyak destinasi wisata lain. Kehadirannya memberikan ruang sosial yang mempertemukan wisatawan, keluarga lokal, komunitas, hingga pasangan muda dalam suasana yang meriah dan hangat.
Magnet Wisatawan dan Warga Lokal
Pasar Laron kini menjadi ikon wisata malam Batu. Wisatawan luar kota biasanya datang setelah puas berkeliling Jatim Park atau wisata alam, lalu menutup hari dengan kuliner di sini. Bagi warga lokal, pasar ini adalah ruang berkumpul yang nyaman dan murah meriah.
Bagi wisatawan, mampir ke Pasar Laron bukan hanya soal kuliner, tetapi juga tentang merasakan denyut kehidupan malam di kota wisata pegunungan ini. Singkatnya, jika siang hari Batu memikat dengan alamnya, maka malam hari Batu bercahaya lewat Pasar Laron.
Penulis: Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa Magang UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis