JP RADAR NGANJUK-Bayangkan berdiri di atas papan, dikelilingi hamparan air jernih yang tenang, lalu mendayung perlahan sambil menikmati hembusan angin pegunungan. Di kejauhan, perbukitan hijau Pegunungan Wilis tampak gagah membingkai pemandangan. Itulah sensasi berbeda yang kini bisa Anda rasakan saat mencoba paddle board di Waduk Wonorejo, Tulungagung.
Waduk ini bukan tempat baru. Dibangun sejak tahun 1991, Wonorejo dikenal sebagai salah satu bendungan terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas air mencapai 122 juta meter kubik. Selama bertahun-tahun, waduk berfungsi vital sebagai irigasi, pengendali banjir, hingga pembangkit listrik tenaga air. Namun, belakangan perannya bertambah: menjadi destinasi wisata kekinian yang memikat generasi muda.
Wisata Air Kekinian
Sejak 2024, pengelola membuka wahana paddle board yang langsung mencuri perhatian wisatawan. Menurut , kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tapi juga cara menikmati keindahan waduk dari sudut yang berbeda lebih dekat, lebih tenang, lebih menyatu dengan alam.
Berbeda dengan kano atau perahu, paddle board membuat Anda berdiri di atas papan sambil menjaga keseimbangan. Awalnya mungkin terasa menegangkan, tapi justru itu yang membuatnya seru. Banyak pengunjung mengaku merasa seperti berlibur ke Bali atau Lombok, padahal ini masih di Tulungagung.
Harga Bersahabat, Fasilitas Lengkap
Tak perlu merogoh kocek dalam untuk mencoba wahana ini. Sewa paddle board hanya sekitar Rp 100.000/jam, sudah termasuk dokumentasi foto yang Instagramable tersedia ,pula penyewaan baju renang bagi kamu yang tidak mau ribet membawa dari rumah cukup dengan harga Rp 25.000. Sementara tiket masuk area waduk sendiri sekitar Rp10.000–12.000 saja.
Selain paddle board, ada juga opsi wisata lain seperti jet ski, kano, hingga camping ground untuk yang ingin lebih lama menikmati suasana. Menurut Radar Tulungagung (2024), waduk ini bahkan menjadi salah satu lokasi prewedding favorit karena suasananya yang romantis saat senja (Radar Tulungagung).
Rekomendasi Rute Menuju Waduk Wonorejo Dari Nganjuk (±2–2,5 jam)
Bagi wisatawan yang berangkat dari Nganjuk, perjalanan menuju Waduk Wonorejo memakan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam. Dari pusat kota, arahkan kendaraan menuju Kertosono, lalu lanjutkan perjalanan menuju Kediri. Dari Kediri, ikuti jalur yang sama seperti rute sebelumnya: melewati Ngantru → Pagerwojo → hingga akhirnya sampai di kawasan waduk.
Rute ini cukup nyaman karena sebagian besar jalan sudah beraspal mulus dan dilewati kendaraan umum maupun pribadi. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan khas pedesaan Jawa Timur: sawah hijau, perbukitan kecil, hingga aktivitas warga lokal yang ramah menyapa. Sesekali, jalanan akan menanjak dan berkelok, memberikan sensasi road trip singkat yang menyenangkan.
Baca Juga: Menikmati Wisata Kesejukan Alam di Air Terjun Sedudo, Sawahan Nganjuk
Paddle board di Waduk Wonorejo bukan hanya soal olahraga atau foto cantik untuk media sosial. Ia adalah pengalaman penuh cerita: tentang keberanian menjaga keseimbangan, tentang alam yang menenangkan, dan tentang bagaimana sebuah bendungan bisa menjelma menjadi destinasi wisata menawan.
Jadi, jika Anda sedang mencari petualangan seru yang tak jauh dari kota, Waduk Wonorejo adalah jawabannya. Siapkan dayung Anda, dan biarkan setiap kayuhan membawa Anda lebih dekat pada keindahan Tulungagung yang sesungguhnya.
Fun Fact: Di balik keseruan bermain paddle board, Waduk Wonorejo menyimpan fakta unik. Waduk ini bisa menghasilkan listrik sebesar 6,5 MW, sekaligus menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga sekitar. Jadi, ketika Anda sedang mendayung di atas permukaan airnya, sadarilah bahwa Anda sedang berada di salah satu infrastruktur vital yang menopang kehidupan ribuan orang.
Penulis: Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa Magang UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis