Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Indonesia Punya Permata Tiga Warna yang Berganti Rupa. Ayo Buktikan Sendiri Keajaibannya di Kelimutu!

Internship Radar Kediri • Rabu, 10 September 2025 | 23:16 WIB
Flores menyimpan rahasia alam yang memukau, Kelimutu jawabannya.
Flores menyimpan rahasia alam yang memukau, Kelimutu jawabannya.

JP RADAR NGANJUK Bayangkan diri Anda berdiri di puncak dunia, di temani kabut pagi yang menyapu perlahan. Di depan mata tiga buah danaau memikat bak permata yang dititipkan langit ke bumi. Satu berwarna biru satuya berwarna merah dan satuya lagi berwarna putih.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, warna-warna di Danau Kelimutu punya makna khusu. Tiwu Ata Polo (merah/cokelat) dipercaya sebagai tempat untuk jiwa-jiwa jahat, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (biru/hijau) untuk jiwa para pemuda dan gadis, sedangkan Tiwu Ata Mbupu (biru/putih) untuk jiwa orang tua. Uniknya, warna danau ini bisa berubah-ubah karena aktivitas vulkanik, kandungan gas dan mineral, serta kadar oksigen dalam air.

Memburu Sunrise dari Atas Bukit

Menyaksikan sunrise di Danau Kelimutu terasa begitu magis dan menakjubkan. Saat matahari perlahan muncul dari balik perbukitan, sinarnya jatuh ke tiga danau berwarna unik di puncak Gunung Kelimutu. Untuk bisa sampai disana sebelum fajar, biasanya orang harus berangkat dini hari, menempuh trekking singkat, dan mengahapi udara dingin di sepanjgan jalur. Pemandangan ini menghadirkan ketenangan, keindahan alam yang luar biasa, sekaligus latar yang sempurna untuk mengabadikan momen di depan danau tiga warna yang eksotis.

Jelajah Rasa: Kuliner Khas Ende yang Wajib Dicoba!

Kalau berkunjung ke Ende jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi beragam kuliner khasnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Daging Sei. Daging ini biasanya dari sapi, babi atau rusa yang diasinkan lalu diasap hingga matang. Aromanya begitu khas, dan biasanya disajikan dengan sambal pedas serta sayuran segar sebagai pelengkap.

Selain itu, ada juga Jagung Bose, bubur tradisional yang dibuat dari jagung putih rebus yang dicampur dengan santan dan kacang merah. Rasanya memang agak hambar, tapi justru itulah yang membuatnya pas dimakan Bersama lauk, seperti daging sei atau tumisan,

Bagi pecinta sayuran, Rumpu Rampe bisa jadi pilihan. Hidangan ini terbuat dari daun atau bunga pepaya, bisa juga menggunakan daun kelor atau batang pisang muda. Setelah direbus, bahan-bahan ini ditumis dengan bumbu sederhana seperti bawang, cabai, terasi, dan garam, menghasilkan rasa khas yang segar sekaligus sedikit pahit.

Tak hanya makanan berat, Ende juga punya jajanan tradisional yang unik. Kue Alu Ende, Misalnya, dibuat dari endapan air perasan ubi yang sudah mengering menjadi tepung, lalu dicampur dengan kelapa parut dan garam. Adonan ini dipipihkan dan dipanggang hingga matang, menghasilkan rasa gurih manis yang sederhana. Ada juga Jagung Titi Camilan renyah dari jagung pipih yang sering dinikmati Bersama kacang tanah. Kudapan ini cocok sekali jadi teman minum kopi atau the di sore hari.

Olahan singkong juga tidak kalah menarik, salah satunya adalah Uwi Ai Ndota. Singkong dikupas, dicincang atau diparut, kemudian diperas untuk mengurangi kadar airnya, lalu dikukus dengan tambahan garam. Meski sederhana, hidangan ini mengenyangkan dan punya cita rasa khas.

Untuk pencinta kue manis, ada Kue Rambut atau Jawada. Bentuknya mirip bihun berwarna cokelat, dengan rasa manis dan aroma harum yang bikin nagih.

Baca Juga: Langka & Legendaris! Pecel Semanggi Surabaya Kini Hanya Ada di CFD, Bumbunya Bukan Sembarangan

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengunjungi Danau Kelimutu

Waktu Tempuh dan Perjalanan

Dari Moni ke puncak Kelimutu sekitar 20-30 menit jalan kaki. Biasanya orag berangkat sekitar pukul 04.00 WITA supaya bisa sampai tepat waktu menyambut matahari terbit.

Cuaca dan Udara

Pagi di puncak Kelimutu terkenal dingin banget, jadi sebaiknya bawa jaket atau pakaian hangat biar tetap nyaman.

Trekking dan Ketinggian

Jalurnya memang termasuk trekking ringan, tapi tetap menanjak, jadi ada baiknya menyiapkan kondisi fisik sebelum berangkat.

Budaya Lokal

Kelimutu dianggap sebagai tempat sacral oleh masyarakat setempat. Karena itu, peenting banget untuk menjaga sikap, menghormati kepercayaan lokal, dan jangan sampai meninggalkan sampah di area danau.

Peralatan

Kalau berangkat dini hari, jangan lupa bawa senter atau headlamp supaya lebih mudah menapaki jalur gelap menuju puncak.

 

Emerensiana Jufianti. Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#Komodo Labuan Bajo #Pesona Flores #Pulau Mules #alam #desa #Waerebo Village