JP RADAR NGANJUK -Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, yang lebih akrab disebut Masjid Raya Sumatera Barat, kini menjadi salah satu landmark paling mencolok di Kota Padang. Bangunan megah ini bukan hanya berfungsi sebagai pusat ibadah umat Islam, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat karena memadukan nilai budaya lokal dengan arsitektur modern.
Arsitektur Unik Terinspirasi Rumah Gadang
Pembangunan masjid dimulai pada awal 2000-an dengan konsep desain kontemporer yang kental nuansa Minangkabau. Ciri khas paling menonjol terlihat pada atap yang berbentuk menyerupai gonjong rumah gadang, lengkap dengan sentuhan struktur modern yang kokoh. Keindahan arsitektur inilah yang membuat masjid ini menjadi salah satu masjid terbesar dan terpopuler di Sumatera.
Dengan kapasitas ribuan jamaah, Masjid Raya Sumbar tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga simbol identitas budaya dan religius masyarakat Minang.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Masjid ini terbuka untuk berbagai kegiatan, baik yang bersifat religius maupun wisata. Beberapa aktivitas yang biasa dilakukan pengunjung antara lain:
-
Ibadah harian dan shalat berjamaah, termasuk pengajian dan kultum.
-
Mengagumi arsitektur dan berfoto, karena desainnya sangat ikonik dan fotogenik.
-
Wisata edukasi dan ziarah budaya, bagi yang ingin memahami perpaduan Islam dengan tradisi Minangkabau.
-
Mengikuti acara komunitas, seperti kajian umum atau kegiatan sosial.
-
Tempat singgah wisatawan, karena lokasinya strategis di pusat kota Padang.
Jam Buka dan Biaya Masuk
Masjid Raya Sumbar terbuka 24 jam untuk aktivitas ibadah. Sementara itu, kunjungan wisata umumnya dilakukan pada siang hingga sore hari. Tidak ada tiket masuk resmi untuk mengunjungi masjid, namun pengunjung bisa memberikan infak atau sumbangan sukarela.
Rute ke Masjid dari Bandara
Jika datang dari luar kota, akses menuju masjid cukup mudah. Dari Bandara Internasional Minangkabau ke pusat Kota Padang berjarak sekitar 20–25 km dengan waktu tempuh 30–50 menit tergantung kondisi lalu lintas. Transportasi yang tersedia antara lain taksi bandara, shuttle DAMRI, dan kereta bandara Minangkabau Express yang terhubung ke pusat kota.
Estimasi Tiket Pesawat dari Surabaya
Bagi wisatawan asal Jawa Timur, khususnya Surabaya, harga tiket pesawat menuju Padang (SUB–PDG) bervariasi. Untuk kelas ekonomi sekali jalan, tarif biasanya berkisar Rp1,5 juta–Rp1,9 juta. Jika membeli tiket pulang-pergi, rata-rata mulai Rp3,1 juta. Harga bisa lebih murah saat promo atau lebih tinggi saat musim liburan.
Pilihan Penginapan Dekat Masjid Raya
Lokasi masjid yang berada di jantung kota membuat wisatawan mudah menemukan tempat menginap. Beberapa opsi antara lain:
-
Hotel menengah: Whiz Prime Hotel Khatib Sulaiman, Ibis Padang, hingga Pangeran Beach Hotel, dengan tarif Rp400 ribu–Rp900 ribu per malam.
-
Penginapan hemat: guesthouse atau homestay dengan harga mulai Rp150 ribu–Rp300 ribu per malam.
-
Hotel dekat pantai: kawasan Pantai Padang (Taplau) juga menawarkan penginapan yang masih mudah dijangkau dari masjid.
Penulis : Shafura Maulida Abdillah_ Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro
Editor : Jauhar Yohanis