Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bikin Penasaran! Kenapa Warna Tiga Danau Kelimutu Selalu Berubah?

Abdurahman • Rabu, 17 September 2025 | 17:06 WIB
Warna Tiga Danau Kelimutu
Warna Tiga Danau Kelimutu

JP RADAR NGANJUK-Gunung Kelimutu yang berada di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tersohor berkat tiga danau kawah di puncaknya. Uniknya, ketiga danau tersebut kerap berganti warna, mulai biru, hijau, cokelat, hingga merah gelap dalam periode waktu tertentu. Fenomena ini membuat siapa pun yang datang seakan melihat “kanvas alam” yang selalu diperbarui.

Tak heran, banyak wisatawan menyebut Kelimutu sebagai destinasi yang selalu memberi kejutan. Setiap kali berkunjung, pemandangan yang disajikan bisa berbeda total. Misterinya membuat penasaran, indah sekaligus penuh tanda tanya.

Mengapa Warna Danau Bisa Berubah?

Perubahan warna Danau Kelimutu bukan sekadar efek cahaya atau kebetulan. Ada beberapa faktor ilmiah yang memengaruhi:

Rahasia Mineral yang Menggoda Warna

Air di danau Kelimutu penuh mineral dari batuan vulkanik, seperti besi, mangan, sama belerang. Mineral ini bereaksi sama oksigen dan gas lain, bikin warna air bisa berubah-ubah. NASA sampai nyebut danau ini 'volcanic mood rings' karena warnanya nggak bisa ditebak. Perubahan cepat warna air menandakan aktivitas vulkanik yang dinamis.

Mineral yang larut dalam air memengaruhi warna, menunjukkan bahwa perubahan warna adalah proses kimiawi alami, bukan sekadar ilusi visual. Fenomena ini sangat menarik karena menggabungkan ilmu geologi dan estetika. Bagi wisatawan, ini memberi pengalaman unik yang selalu baru, sedangkan bagi ilmuwan, ini laboratorium alam yang kaya data.

Gas Vulkanik yang Tak Pernah Berhenti

Gunung Kelimutu masih aktif secara vulkanik. Gas seperti sulfur dioksida kerap naik dari perut gunung dan larut dalam air. Gas inilah yang mengubah tingkat keasaman air. Semakin asam atau semakin basa kondisi danau, warnanya bisa bergeser ekstrem. Bahkan, perubahan itu bisa terjadi hanya dalam hitungan hari. CNN Indonesia pernah memberitakan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pada 17 Mei 2024, air danau sempat berwarna hijau tua. Namun hanya lima hari kemudian, warnanya berganti jadi cokelat kehitaman.

Suhu Air dan Peran Cuaca

Selain gas, suhu air juga punya andil besar. Saat air kawah memanas, mineral di dasar danau terdorong naik ke permukaan. Campuran ini menghasilkan warna baru yang memikat mata. Musim pun ikut campur tangan. Saat hujan deras, air danau menjadi lebih encer, membuat warnanya tampak lebih muda. Sebaliknya, saat kemarau, kadar mineral lebih pekat sehingga warna terlihat gelap.

Penelitian internasional juga mendukung hal itu. Studi yang dipublikasikan dalam Bulletin of Volcanology (2017) mencatat perubahan warna dan suhu di Kelimutu selama hampir 30 tahun. Hasilnya, ada pola musiman yang membuat warna danau kadang berubah perlahan, kadang drastis, tergantung kombinasi cuaca, suhu, dan gas vulkanik.

Antara Sains dan Kepercayaan Lokal

Yang membuat Kelimutu semakin istimewa adalah perpaduan antara sains dan budaya. Bagi masyarakat adat Lio, tiga danau ini diyakini sebagai tempat arwah bersemayam. Masing-masing danau dipercaya menjadi rumah bagi jiwa dengan usia atau sifat berbeda.

Warna-warna yang berubah dianggap sebagai pertanda komunikasi alam dengan manusia. Keyakinan ini berjalan beriringan dengan penjelasan ilmiah modern. Wisatawan pun bisa merasakan dua sisi sekaligus: keajaiban geologi yang dipelajari para peneliti, sekaligus nuansa spiritual yang dijaga masyarakat setempat.

Misteri yang Tak Pernah Usai

Kelimutu adalah salah satu contoh bagaimana alam bisa menampilkan karya seni yang tak terulang. Tidak ada fotografer yang bisa menjamin warna apa yang akan tertangkap lensa mereka. Hari ini hijau zamrud, besok bisa jadi biru pekat, lusa mungkin cokelat kehitaman.

Fenomena ini membuat Kelimutu tidak hanya menjadi destinasi wisata, tapi juga laboratorium alam yang menarik bagi para ilmuwan. Bagi peneliti, ia adalah teka-teki geologi. Bagi masyarakat lokal, ia adalah pusaka spiritual. Bagi wisatawan, ia adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Gunung Kelimutu adalah perpaduan keindahan alam, ilmu pengetahuan, dan budaya lokal. Warna danau yang selalu berubah adalah bukti proses geologi yang menakjubkan, sekaligus memberi pengalaman spiritual bagi masyarakat Lio. Tidak ada yang bisa memprediksi warna yang akan terlihat hari itu, sehingga setiap kunjungan selalu unik dan tak terlupakan.

 

Penulis: Annisa Aulia Mujiono Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya-Magang Jawa Pos Radar Kediri

Editor : Jauhar Yohanis
#gunung #ende #vulkanik #nusa tenggara timur