Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Es Krim Zangrandi: Legenda Kuliner Tempo Dulu yang Tetap Melekat di Hati Surabaya

Internship Radar Kediri • Jumat, 19 September 2025 | 22:45 WIB
Es krim banana split dengan variasi topping yang menggoda selera.
Es krim banana split dengan variasi topping yang menggoda selera.

Kedai Es Krim Zangrandi. Sejak 1930, kedai ini telah menjadi bagian penting dari sejarah kuliner Kota Pahlawan. Bagi banyak warga, es krim Zangrandi bukan hanya pencuci mulut, tetapi simbol nostalgia, tradisi keluarga, sekaligus gaya hidup berkualitas.

Didirikan oleh pasangan Roberto Zangrandi, seorang keturunan Italia, dan istrinya, kedai ini awalnya bernama Renato Zangrandi Ijspaleis pada masa kolonial, melayani warga Eropa dan Belanda di Surabaya. Meski pemilik asli kembali ke Italia pada 1960-an, usaha ini dilanjutkan oleh sahabatnya, Adi Tanumila, dan diwariskan hingga generasi berikutnya. Resep klasik tetap dijaga, sehingga cita rasa khas yang melekat sejak zaman kolonial masih bisa dinikmati hingga kini.

Menu legendaris seperti Tutti Frutti, Noodle Ice Cream, hingga Banana Split masih menjadi favorit. Tutti Frutti misalnya, berbentuk segitiga dengan taburan buah kecil, menawarkan tekstur lebih padat dibanding es krim modern yang ringan dan penuh udara. Berbahan alami tanpa pengawet, es krim Zangrandi dikenal punya rasa “jadul” yang otentik dan tak tergantikan.

Baca Juga: Bikinnya Mudah, Ini Resep Kue Kering Cocok Untuk Cemilan Lebaran Warga Nganjuk

Keunikan Zangrandi bukan hanya pada menunya, tetapi juga suasananya. Interior berwarna krem dan merah, jendela berdesain lama, serta bangunan yang berstatus cagar budaya, menjadikan setiap kunjungan seperti perjalanan ke masa lalu. Teras luar sering menjadi pilihan favorit, apalagi saat sore, ketika suara lalu lintas berpadu dengan semilir angin, menciptakan ambience vintage yang khas.

Meski harus menghadapi tantangan zaman, persaingan dengan kedai es krim modern, hingga kenaikan biaya operasional, Zangrandi tetap konsisten menjaga identitas. Harga es krim berkisar Rp25 ribu hingga Rp60 ribu per porsi, relatif lebih tinggi dibanding es krim kaki lima. Namun, pengalaman nostalgia dan nuansa sejarah membuat banyak pengunjung merasa harga itu sepadan. Bahkan, review di TripAdvisor menyebutnya sebagai “must visit culinary heritage in Surabaya”.

Lebih dari sekadar kedai, Zangrandi adalah ikon warisan kuliner. Ia menjadi saksi perayaan keluarga Surabaya sejak puluhan tahun lalu, sekaligus magnet wisatawan asing yang ingin merasakan nuansa tempo dulu. Pada akhir pekan tertentu, live music dengan lagu-lagu oldies menambah daya tarik. Di tengah menjamurnya dessert kekinian, Zangrandi justru bertahan dengan keunikan: resep klasik, nuansa vintage, dan nilai sejarah. Bagi siapa pun yang ingin meresapi Surabaya dalam cita rasa tempo dulu, menikmati es krim Zangrandi adalah sebuah keharusan.

Baca Juga: Malam di Pasar Laron: Surga Jajanan Tradisional dan Kekinian di Kota Batu

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

 

 

Editor : Jauhar Yohanis
#cokelat #legenda #kuliner #es krim #kedai es krim