Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Ronde & Angsle Pak Yanto: Hangat Legenda di Malam Surabaya

Internship Radar Kediri • Jumat, 19 September 2025 - 21:37 WIB
Seorang penjual menunjukkan semangkuk wedang ronde hangat yang siap dinikmati.
Seorang penjual menunjukkan semangkuk wedang ronde hangat yang siap dinikmati.

JP Radar Nganjuk- Ketika malam mulai menurun dan udara Surabaya terasa sejuk, satu gerobak kecil di Jalan Dharmahusada menjadi magnet bagi penikmat kuliner tradisional. Ronde & Angsle Pak Yanto bukan sekadar sajian penghangat, melainkan warisan rasa yang sudah dinikmati oleh beberapa generasi. Kedai ini ramai terutama sejak malam hari, menyuguhkan minuman jahe hangat dengan ronde kenyal serta isian pelengkap angsle yang gurih.

Warung legendaris ini mulai dikenal sejak tahun 1975 di kota Semarang, dan telah turun temurun dikelola oleh keluarga Pak Yanto hingga generasi ketiga. Di Surabaya, keberadaannya bertempat di Jalan Dharmahusada — berawal dari tempat PKL, kemudian dipindahkan ke lahan parkir lama milik Depot Bu Rudy setelah dianggap mengganggu arus lalu lintas di lokasi sebelumnya.

Menu andalan di Ronde & Angsle Pak Yanto cukup lengkap. Ronde campur menjadi favorit karena kombinasi ronde kecil dan besar, isi kacang tanah, mutiara, kelapa muda, serta kuah jahe yang aroma dan rasa hangatnya begitu terasa. Bagi yang lebih suka santan, angsle dengan kuah santan menjadi alternatif yang gurih dan manis. Ada juga pilihan lain seperti tahuwa, kacang kuah, dan serabi.

Baca Juga: Langka & Legendaris! Pecel Semanggi Surabaya Kini Hanya Ada di CFD, Bumbunya Bukan Sembarangan

Dari segi harga, sajian di warung ini cukup bersahabat. Kisaran harga mulai Rp 11.000 hingga Rp 21.000 tergantung jenis dan porsi menu yang dipesan. Pengunjung sering datang ramai terutama sekitar pukul 20.00 hingga pukul 23.00 WIB, apalagi akhir pekan ketika suasana malam semakin “ngangenin”.

Keunikan rasa Ronde & Angsle Pak Yanto tidak lepas dari penggunaan bahan tradisional yang dipertahankan sejak dahulu. Ronde dibuat dari tepung beras yang kenyal, isi kacang tanah sangrai yang dihaluskan, dan jahe emprit sebagai unsur penghangat kuah. Resep turun-temurun ini dianggap sebagai rahasia supaya rasa tetap konsisten dan menghadirkan pengalaman nostalgia bagi pelanggan lama.

Lebih dari sekadar kuliner, Ronde & Angsle Pak Yanto telah menjadi bagian budaya malam Surabaya. Ia menghadirkan ruang hangat untuk berkumpul, berbincang santai sambil menyeruput ronde atau angsle. Media sosial ikut andil menyebarkan kabar; video dan ulasan tentang rasa, kenikmatan ronde atau angsle hangat ini kian membuat namanya viral. Bagi siapa pun yang ingin merasakan tradisi rasa Surabaya, warung ini wajib dikunjungi.

Baca Juga: Kampung Lontong Surabaya: Sentra Produksi yang Tak Pernah Tidur Sejak 1974


Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#surabaya #ronde #menu andalan #Warung Legendaris #wedang ronde