JP Radar Nganjuk - Hutan Mangrove Pancer Cengkrong terletak di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Kawasan ini semakin banyak dikenal sebagai wisata alam di pesisir selatan Jawa Timur. Tidak heran, karena destinasi wisata ini menawarkan pengalaman berwisata yang unik, yakni menyusuri jembatan kayu yang membentang di tengah rimbunya hutan mangrove.
Daya Tarik Hutan Mangrove Pancer Cengkrong
Hutan mangrove ini membentang luas di kawasan muara Sungai Cengkrong. Dilansir dari indotren.com, ternyata kawasan ini dulunya adalah pesisir yang kurang terawat. Namun dengan pembangunan dan penanaman mangrove, Pancer Cengkrong bisa menjadi daya tari yang menggoda wisatawan untuk berkunjung.
Tak hanya hutan mangrove, "Jembatan Galau" juga menjadi ikon unggulan dari Pancer Cengkrong. Jembatan kayu sepanjang ratusan meter itu membentang membelah lautan hijau hutan mangrove. Jalur ini memungkian pengunjung untuk melihat lebih dekat bagaimana pohon-pohon mangrove itu menjulang, ditemani udara laut yang segar tentunya.
Ngapain Aja di Pancer Cengkrong?
Tidak hanya menyusuri panjangnya jembatan kayu yang ikonik, banyak aktivitas lain yang bisa pengunjung lakukan, anatara lain:
- Menjelajahi alur sungai. Kamu bisa naik perahu kecil untuk menyusuri area muara sungainya.
- Dengan pemandangan hijau yang keindahan dan kamu berjalan di atas jembatan kayunya, tentu itu menjadi spot foto yang instagramable sekali. Bukan hijau hutan mangrove, bukit di belakangnya juga akan menjadi latarmu berfoto.
- Mengikuti wisata edukasi lingkungan. Wisata edukasi ini dilakukan dengan menanam bibit mangrove atau mengenali flora dan fauna yang ada di dalam hutan mangrove itu sendiri.
- Bersantai di gazebo. Banyaknya pepohonan mangrove tentu membuat angin semakin segar semilir, apalagi ditambah angin dari laut. Kombinasi sempurna untuk kamu nikmati dengan bersantai di gazebo.
Informasi Tiket, Jam Operasional dan Fasilitas
Untuk menikmati keindahan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong, kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Cukup dengan Rp 5.000,- (harga bisa berubah sesuai dengan ketentuan pengelola). Kamu bisa berkunjung mulai jam 07.00 hingga 21.00 WIB. Namun, untuk waktu berkunjung terbaik adalah pagi hari, agar cuaca tidak terlalu terik dan pencahayaannya mendukung untuk berfoto.
Adapun fasilitas pendukung lainnya seperti area parkir dengan membayar Rp 2.000,- untuk motor dan Rp 5.000,- untuk mobil. Fasilitas lain yang bisa kamu dapatkan meliputi warung makan, toilet yang bersih, dan musholla. Warung makan di kawasan wisata ini tidak hanya menjual makanan, tapi juga cindera mata kecil dan perlengkapan diri, seperti topi yang kacamata yang bisa mendukung kenyamananmu saat berkunjung.
Artikel ini ditulis oleh Karunia Syifa, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya.
Editor : Miko