Mencicipi Warung Sambal Sor Talok, Desa Maguan, Kecamatan Berbek
Namanya adalah Warung Sor Talok. Sebuah warung yang lokasinya ada di Desa Maguan, Kecamatan Berbek. Sejak beberapa bulan terakhir, warung tersebut viral. Bukan hanya karena makanan yang enak, melainkan tempat itu sering jadi jujugan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro untuk mencari makan siang.
Sebagian masyarakat Kabupaten Nganjuk pasti sudah familiar dengan Warung Sor Talok. Karena memang, sejak beberapa bulan terakhir, warung yang berada di Desa Maguan, Kecamatan Berbek itu sering dikunjungi oleh banyak orang. Tidak hanya masyarakat biasa, melainkan juga pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.
Namun ternyata usaha yang dirintis oleh Jaenah, 56, itu tidak langsung terkenal seperti saat ini. Perjalanan usaha Jaenah dimulai pada 2017. Kala itu, dia mendapat bantuan pemerintah sebesar Rp 2 juta.
Uang itu tidak dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari, melainkan diputar untuk membuka warung kecil di pinggir sawah. Menu pertama yang dia jual sangat sederhana: pecel dan sambel bawang. “Dulu warungnya kecil, seadanya. Tapi alhamdulillah, pelan-pelan berkembang,” kenangnya.
Kini, warung tersebut tak pernah sepi pengunjung. Menu yang ditawarkan pun makin variatif. Setiap hari Jaenah menyiapkan sayur berbeda. Mulai dari sayur asem, lodeh gurih, dan ditemani aneka lauk sederhana. Meski begitu, sambel bawang tetap jadi primadona. Tak hanya sambel bawang, namun juga ada sambel klotok. Isinya cabai hijau yang dipadukan dengan pindang.
Harga makanan di Warung Sor Talok juga sangat ramah kantong. Cukup merogoh kocek mulai Rp 5 ribu hingga Rp 18 ribu, pengunjung sudah bisa menikmati sepiring nasi hangat lengkap dengan lauk dan aneka sambel. “Harganya tetap terjangkau biar semua orang bisa makan di sini. Dari pelajar sampai pekerja,” kata Jaenah.
Selain membahas menu makanan, Jaenah tak lupa membahas sejarah penamaan warung tersebut. Nama Warung Sor Talok diambil dari lokasi warung tersebut. Kata “Sor” atau “Ngisor” diambil dari kata di bawah dalam bahasa Jawa. Sedangkan Talok adalah nama lain dari pohon kersen. Jadi, Warung Sor Talok dapat diartikan sebagai warung yang lokasinya di bawah pohon kersen. “Nama itu diambil agar orang-orang mudah menghafalnya,” tandasnya. (nov/wib)
Editor : Miko