Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sate Karak Bu Elis: Warisan Rasa jadi Ikon Kuliner Religi dari Kampung Ampel

Internship Radar Kediri • Senin, 22 September 2025 | 22:32 WIB
Seporsi sate karak khas Ampel tersaji dengan  parutan kelapa yang menggugah selera.
Seporsi sate karak khas Ampel tersaji dengan parutan kelapa yang menggugah selera.

Kawasan Ampel dikenal sebagai destinasi religi sekaligus pusat kuliner khas Surabaya. Di antara deretan makanan tradisional, ada satu hidangan yang selalu mencuri perhatian: sate karak. Kuliner unik ini berbeda dari sate pada umumnya karena disajikan dengan nasi jagung hangat dan taburan kelapa parut berbumbu, bukan lontong atau nasi putih.

Salah satu penjual legendaris sate karak adalah Bu Elis. Warung sederhananya di Jalan Ampel Lonceng sudah puluhan tahun tak pernah sepi pembeli. Seporsi sate sapi bakar dengan nasi jagung dan kelapa parut bisa dinikmati dengan harga Rp25 ribu–Rp30 ribu. “Kalau tanpa kelapa parut, rasanya belum bisa disebut sate karak. Itu yang membedakan dengan sate lainnya,” ujar Bu Elis.

Keistimewaan sate karak bukan hanya soal rasa, tapi juga nilai sejarah. Konon, kuliner ini sudah ada sejak masa Sunan Ampel dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Arab-Jawa di Surabaya. Tak heran, banyak peziarah Sunan Ampel yang menjadikan sate karak sebagai santapan wajib setelah berdoa, sehingga kuliner ini identik dengan ikatan spiritual sekaligus budaya.

Baca Juga: Sate Kelopo Ondomohen vs Gemerlap Kafe Kekinian: Dua Wajah Kuliner Surabaya yang Hidup Berdampingan

Menurut pengunjung, cita rasa sate karak Bu Elis sulit tergantikan. “Rasanya beda dengan sate lain, nasi jagungnya bikin unik. Kalau ke Ampel tanpa sate karak rasanya belum lengkap,” kata pelanggan, pelanggan yang rutin berziarah ke Ampel. Bumbu kelapa parut yang disangrai bersama rempah-rempah serta proses pembakaran dengan arang tradisional membuat aroma dan cita rasanya semakin khas.

Selain sebagai kuliner, sate karak juga memuat simbol sejarah ketahanan pangan masyarakat pesisir Jawa Timur. Nasi jagung yang dulu menjadi makanan pokok rakyat kecil kini hadir sebagai identitas kuliner yang membanggakan. Beberapa tahun terakhir, sate karak bahkan kerap masuk agenda promosi wisata kuliner Pemkot Surabaya sebagai salah satu ikon kota.

Meski begitu, keberlangsungan sate karak masih bergantung pada sosok-sosok seperti Bu Elis. Ia berharap ada generasi penerus yang mau melanjutkan tradisi ini. “Sayang sekali kalau sampai hilang, karena sate karak ini makanan khas Ampel yang jarang ada di daerah lain,” ujarnya. Kehadiran sate karak Bu Elis bukan hanya sekadar kuliner, melainkan warisan rasa dan budaya yang memperkuat identitas Surabaya di tengah gempuran makanan modern.

Baca Juga: Resep Sate Ayam Madura Asli: Gurih, Manis, dan Bikin Nagih!

 

Dita Amelia Ningsih

Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#keistimewaan #warung sederhana #destinasi religi #sate karak #kuliner khas surabaya