Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Manday, Kuliner Fermentasi Khas Banjar yang Sarat Tradisi

Internship Radar Kediri • Rabu, 24 September 2025 | 19:55 WIB
Manday, Kuliner Fermentasi Khas Banjar yang Sarat Tradisi
Manday, Kuliner Fermentasi Khas Banjar yang Sarat Tradisi

JP RADAR NGANJUK - Di tengah ragam kuliner Kalimantan Selatan, ada satu sajian unik yang tak ditemui di daerah lain, yaitu Manday. Hidangan ini merupakan olahan fermentasi kulit cempedak yang disimpan dalam garam, lalu dimasak kembali dengan beragam bumbu. Bagi masyarakat Banjar, manday bukan sekadar lauk, melainkan warisan rasa yang turun-temurun.

Manday tampil sederhana, biasanya berupa potongan kulit cempedak berwarna kecokelatan hingga kehitaman, tergantung lama proses fermentasi. Teksturnya kenyal dengan aroma khas hasil pengawetan. Setelah dimasak, manday bisa disajikan dalam bentuk tumisan, gorengan, atau bahkan dijadikan campuran sambal. Warna gelap pekat dan aromanya yang kuat justru menjadi daya tarik tersendiri.

Sejarah manday berawal dari tradisi masyarakat Banjar dalam memanfaatkan hasil alam. Cempedak, buah yang banyak tumbuh di Kalimantan Selatan, tak hanya dikonsumsi daging buahnya, tetapi juga kulitnya yang tebal. Untuk mencegah kulit cempedak terbuang, masyarakat mengolahnya dengan garam dan proses fermentasi, sehingga dapat bertahan lama. Manday kemudian menjadi lauk alternatif yang bisa disimpan berbulan-bulan, cocok sebagai persediaan makanan di musim paceklik. Kini, manday tidak hanya dianggap sebagai makanan rumahan, tetapi juga simbol kreativitas masyarakat Banjar dalam mengolah bahan pangan sederhana menjadi lezat.

Bahan-bahan

Untuk membuat manday, bahan yang diperlukan sangat sederhana:

Untuk memasak manday setelah difermentasi, bisa ditambahkan:

Cara Membuat dan Memasak

Proses pembuatan manday dimulai dengan membersihkan kulit cempedak, kemudian dipotong kecil-kecil. Potongan kulit ini dilumuri garam, lalu dimasukkan ke dalam wadah tertutup, bisa berupa tempayan atau stoples. Proses fermentasi berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Semakin lama disimpan, warna dan rasa manday akan semakin pekat.

Untuk memasaknya, manday bisa digoreng langsung hingga kering dan gurih, atau ditumis dengan bumbu sederhana berupa bawang merah, bawang putih, dan cabai. Beberapa orang juga menambahkan terasi untuk memperkaya rasa.

Cara Penyajian

Manday lazim disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih hangat. Manday goreng memberikan sensasi gurih renyah, sementara manday tumis lebih kaya bumbu dan cocok bagi pecinta rasa pedas. Hidangan ini sering dijadikan teman makan sederhana, namun bagi masyarakat Banjar, manday menyimpan nostalgia masa kecil dan kebersamaan keluarga.

Artikel ini ditulis oleh Shafura Maulida Abdillah,  Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro 

Editor : Miko
#olahan fermentasi kulit cempedak #Manday #kuliner Kalimantan Selatan #kuliner nusantara