JP RADAR NGANJUK Barongku kudapan manis berbahan dasar pisang, semakin dikenal luas tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga diberbagai daerah di Indonesia. Hidangan tradisional masyrakatnBugis-Makassar ini kerap hadir dalam acara adat maupun perayaan keluarga, sekaligus menjadi salah satu ole-oleh khas yang banyak diburu wisatawan.
Barongko dibuat dari pisang matang yang dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan santan, telur, gula, dan sedikit vanili. Adonan tersebut dibungkus daun pisang sebelum dikukus hingga matang. Proses sederhana ini menghasilkan sajian lembut me nyerupai pudding pisang dengan aroma khas yang wangi dan cita rasa manis alami.
Sejumlah pecinta kuliner menyebut Barongko sebagai hidangan yang cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai makanan penutup maupun kudapan sore hari. Teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang ringan membuatnya digemari lintas generasi, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Baca Juga: Kapurung Hidangan Tradisional dari Sagu yang Kaya Gizi
Resep Barongko untuk 10-12 Bungkus
Bahan Utama:
- 10 buah pisang kapok atau pisang raja matang
- 2 butir telur ayam
- 100ml santan kental
- 3 sdm gula pasir
- ¼ sdt garam
- ½ sdt vanili bubuk atau pasta vanilla
Bahan Pelengkap:
- Daun pisang yang sudah dilayukan
- Lidia tau tusuk gigi
Cara Membuat
- Kupas dan haluskan pisang, lalu campurkan dengan telur, santan, gula, garam, dan vanili. Aduk hingga rata.
- Ambil selembar daun pisang, letakkan 2-3 sendok makan adonan, kemudian bungkus rapat.
- Kukus selama 30-40 menit dengan api sedang.
- Sajikan dalam keadaan hangat atau dingin sesuai selera.
Baca Juga: Jenang Gempol Mangkubumi Sarapan Tradisional Murah dan Nikmat di Yogyakarta
Tips Menghasilkan Barongko yang Nikmat
- Gunakan pisang yang benar-benar matang atau rasa manis alami.
- Bila adonan telur encer, tambahkan sedikit tepung maizena.
- Variasikan dengan menaburi kayu manis bubuk atau parutan keju sebelum kukus.
Dengan tekstur yang lembut dan cita rasa yang tidak berlebihan, Barongko kini dianggap sebagai salah satu dessert Nusdantara yang potensial untuk mendunia. Kehadirannya dimeja makan tidak hanya menghidupkan tradisi, tetapi juga memprkaya khazanah kuliner Indonesia.
Baca Juga: Resep Tepo Tahu Kecap Khas Nganjuk: Kuliner Tradisional yang Cocok untuk Sarapan
Emerensiana Jufianti, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis